Spirit Bisnis
Melihat Warung Go Green di Palembang, Tanpa Bungkus Plastik, Bawa Pulang Pakai Tempat Makan Sendiri
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Mungkin belum banyak yang mengenal warung makan berkonsep go green
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Mungkin belum banyak yang mengenal warung makan berkonsep go green.
Melalui usaha ini ternyata membuat Tasmania Puspita tetap produktif selepas menjadi dosen di universitas negeri di Palembang.
Tas, begitu ia disapa bersama putri semata wayangnya membuka warung makan berkonsep peduli lingkungan (go green) sejak Februari 2018.
Mendirikan bangunan warung bernama Maatoa Eco Canteen di Jalan Sungai Sahang No.5344, Palembang, Tas tidak butuh modal besar.
• Austalia Hibahkan Rp 450 Milyar untuk Pembangunan IPAL di Sumsel
Sebab ini menggunakan banyak perkakas bekas yang ia kumpulkan sejak lama.
Meski demikian warungnya ini menjadi favorit kalangan mahasiswa yang berkuliah dan bertempat tinggal di dekat kawasan warungnya tersebut.
Terlebih, dia pun tak mematok harga yang mahal untuk setiap menu makanan yang ditawarkan.
"Saya tak semata cari keuntungan dalam berbisnis. Saya hanya ingin bantu mahasiswa yang kesulitan keuangan dengan memberikan paket makanan hemat Rp5 ribu untuk nasi, sayur asem, kerupuk tempe dan ikan," ujar Tasmania ditemui di tempat usahanya, Kamis (12/9/2019).
Meski demikian, dia mengaku tak mengalami kerugian sebab ada subsidi silang untuk jenis makanan lain yang harganya sama seperti di warung makan kebanyakan.
• 6 Prinsip Sekaligus Tips Agar Bisnis Kuliner Cepat Berkembang dan Menguntungkan
Menu makanan dan juga minuman yang dia tawarkan di kantin yang ia kelola ini juga tak menggunakan bahan aditif makanan seperti pewarna, pemanis, dan penyedap rasa.
Tak hanya itu, untuk olahan makanan yang menggunakan minyak dia memanfaatkan minyak kelapa alih-alih menggunakan minyak kelapa sawit yang harganya tentu lebih terjangkau.
Di tempat usahanya yang bersebelahan dengan rumah tinggalnya ini, dia juga memberlakukan sistem take away (bawa pulang makanan) tanpa menggunakan pembungkus plastik.
Si pembeli diminta membawa wadah makan atau botol minum sendiri bila ingin memesan makanan untuk dibawa pulang.
• Beli Makanan Bawa Pulang di Restoran dan Rumah Makan di Palembang Juga Kena Pajak
Selain itu, dia juga menggunakan peralatan makan yang ramah lingkungan seperti kertas dan daun pisang.
Khusus untuk minuman tak tersedia sedotan plastik di kantin ini jadi pengunjung harus membawa sedotan stainless steel sendiri atau minum tanpa menggunakan pipet.