BPOM Lubuklinggau Uji Anggur Impor China, Kali Ini Hasilnya Malah Negatif Formalin

BPOM Lubuklinggau menguji anggur impor dari China yang banyak di jual di Lubuklinggau belakangan ini.

BPOM Lubuklinggau Uji Anggur Impor China, Kali Ini Hasilnya Malah Negatif Formalin
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Suasana warga membeli anggur Impor asal Cina di Jl Yos Sudarso 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - BPOM Lubuklinggau menguji anggur impor dari China yang banyak di jual di Lubuklinggau belakangan ini.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau sudah menguji sampel dan hasilnya positif mengandung formalin.

Tapi hasil pengujian BPOM Lubuklinggau bertolak belakang. Hasilnya negatif formalin.

"Pertama sidak kemarin itu kita (BPOM) tidak diikut sertakan, artinya tidak diajak. Kemudian kami dapat telepon mereka mendapat ujinya positif, mereka minta ke kami untuk diuji ulang," kata Kepala BPOM Lubuklinggau, Apdil Kurnia pada wartawan.

Apdil mengatakan setelah mendapat laporan pihaknya langsung menurunkan tim kelapangan untuk melakukan uji ulang. Hasilnya uji formalin dinyatakan negatif.

"Hasilnya negatif, tidak mengandung formalin. Kami sudah sampaikan kepada Dinas Ketanahan Pangan. Dan kami yakin itu negatif hasilnya. Sementara pestisida kita tidak punya alatnya," paparnya.

Kemudian untuk masalah tindak lanjutnya, BPOM Lubuklinggau menyerahkan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Disdagrin untuk mengambil keputusannya karena mereka yang mengadakan sidak.

"Untuk anggur atau produk-produk bahan alam lainnya, apakah itu buah-buahan, sayur, maka, untuk uji formalin harus hati-hati karena tumbuhan itu mengandung formatehit," ungkap Apdil.

Kemudian, untuk uji petisida, kalau pun hasil ujinya positif, kemungkinan pemakaian petisida bisa saja terjadi, pada waktu penanaman, dan itu tidak dilarang pemakaiannya karena untuk tanaman.

"Hanya,masalahnya ada ambang batas yang harus ditaati, tidak boleh kadar petisida itu ada batasannya. Itu kami sudah sampaikan, tapi berapa hasil yang mereka peroleh kan cuma identifikasi belum sampai ke dasarnya," katanya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved