Berita Palembang

Kasus Bakso Granat Mas Azis, BPPD Minta Teruskan Proses Hukum karena Telah Rusak Alat Negara

TRIBUNSUMSEL.COm, PALEMBANG-Kasus perusakan alat e-tax di Warung Bakso Granat Mas Azis terus berlanjut di polisi.

Kasus Bakso Granat Mas Azis, BPPD Minta Teruskan Proses Hukum karena Telah Rusak Alat Negara
Sripo/ Yandi
Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Palembang, Sulaiman Amin 

TRIBUNSUMSEL.COm, PALEMBANG-Kasus perusakan alat e-tax di Warung Bakso Granat Mas Azis terus berlanjut di polisi.

Selain itu, BPPD Palembang akan segera menyegel Bakso Granat Mas Azis setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Walikota.

Tindakan ini diambil karena Bakso Granat Mas Azis sampai tiga kali dilayangkan surat peringatan tapi tetap menolak untuk dipasang e tax.

Begitu mendapatkan peringatan terakhir, pihak Bakso bersedia memasang alat tapi tak lama berselang ketahuan merusak alat tersebut.

Sehingga alat dalam kondisi offline.

Ibu, Adik dan Mas Azis Diperiksa 8 Jam, Kisruh di Bakso Granat Mas Azis Terus Diusut Polisi

"Kita tinggal menunggu SK, kalau SKnya sudah keluar maka kita eksekusi," kata Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Palembang, Sulaiman Amin, Minggu (8/9/2019) saat dihubungi.

Menurut dia, secara pribadi pihaknya sudah memaafkan insiden pengerusakan alat.

Tapi secara hukum pihaknya meminta terus diproses. Sebab alat yang dirusak tersebut merupakan alat milik negara.

"Alat ini bukan milik saya, bukan milik BPPD tapi milik negara," kata dia.

Sementara itu, pihak Polsek IB I Palembang yang menangani kasus pengerusakan alat e tax sudah memanggil pemilik Bakso Granat Mas Azis, ibu pemilik dan beserta adiknya untuk dimintai keterangan.

Kronologi Kisruh di Bakso Granat Mas Azis: Adik Ngamuk Petugas Dilawan, Nekat Gunting Kabel e-Tax

Ketiganya satu per satu dari sore sampai malam dimintai keterangan.

Kapolsek IB 1 Palembang Kompol Masnoni menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak Bakso Mas Azis baik itu pemilik, ibu dan adik di Polsek IB 1 Palembang.

"Kemarin, mereka sudah kami periksa sejak siang hingga malam hari langsung tiga saksi. Ada sekita delapan jam lamanya pemeriksaan terhadap ketiganya. Statusnya mereka diperiksa sebagai saksi," ujar Masnoni (SP/ Yandi)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved