Guru Baik hati Tewas Kecelakaan

Uang yang Dibawa Pak Guru Bambang Hilang, Kisah Pilu Guru Tewas Saat Antarkan Uang Untuk Anak Kuliah

Entah siapa yang tega mengambil uang yang dibawa pak Guru Bambang. Uang itulah yang akan diantarkannya ke anak bungsunya untuk kuliah

Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana

Hilal, putra bungsu korban mengaku sedih tidak sempat berjumpa sang ayah sebelum peristiwa naas tersebut.

"Sebelum papa mau antar uang dan pakaian ke kampus (Universitas Sriwijaya) di Indralaya, saya coba hubungi, tapi papa tidak angkat (telepon)," kata Misbach Hilal saat dijumpai di kediamannya di Jalan Banten 4 Lorong Rukun Nomor 19 RT 32, Plaju, usai pemakaman.

Hari itu sekitar pukul 13.00, Misbach Hilal menghubungi ayahnya namun tidak ada jawaban.

 Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

Sekitar pukul 16.00, ia baru mengetahui ayahnya meninggal setelah mendatangi Puskesmas Indralaya.

"Saya lagi kerjakan tugas, lalu dipanggil mama disuruh ke apartemen mahasiswa. Lalu aaya sama mama ke Puskesmas Indralaya. Di situ saya lihat papa dimasukkan ke mobil ambulan," kata mahasiswa semester 1 jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya (Unsri) itu.

Sebelumnya diberitakan, Bambang Pudi Astomo (59), warga Plaju, Palembang tewas setelah ditabrak mobil truk di depan akses KTM Rambutan tol Palindra pada Selasa (3/9/2019) petang.

Sebelum meninggal dunia, korban kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) pada Selasa (3/9/2019) lalu, Bambang Pudi Astomo, sempat menitip pesan pada putra bungsunya.

"Papa bilang saya harus semangat dan rajin belajar. Itu selalu papa sampaikan pada saya," ujar Misbach Hilal Afif.

Misbach merupakan mahasiswa semester 1 jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya (Unsri).

Ia menuturkan, sang ayah biasa mengantar keperluan kuliah ke Indralaya.

"Papa biasa kasih uang, pakaian, keperluan saya di apartemen mahasiswa (Unsri). Kadang seminggu sekali, kadang beberapa hari sekali, tidak tentu," kata remaja 18 tahun tersebut.

Bambang Pudi Astomo meninggal dalam usia 59 tahun.

 Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

Bambang meninggalkan seorang istri bernama Sri Ambarwati dan dua orang putra bernama Hidayat Fadilah dan Misbach Hilal Afif.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved