Takut Kena Tilang Warga Lubuklinggau Ramai-ramai Buat SIM

Berdasarkan evaluasi minggu pertama pelaksanaan Ops, betul Tilang yang dikeluarkan sebanyak 632 lembar.

Takut Kena Tilang Warga Lubuklinggau Ramai-ramai Buat SIM
TRIBUN SUMSEL/EKO HEPRONIS
OPERASI PATUH - Anggota Satlantas Polres Lubuklinggau saat Operasi Patuh, Rabu (4/9/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Takut kena tilang, warga Kota Lubuklinggau ramai-ramai membuat surat izin mengemudi (SIM).

Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah permohonan pengajuan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Lubuklinggau sejak digelarnya Operasi Patuh serentak seluruh Indonesia termasuk di Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Lantas AKP Imanuhadi mengatakan peningkatan permohonan penerbitan SIM saat ini meningkat sampai 50 persen.

"Meski meningkat tapi kita tetap melakukan penerbitan SIM sesuai dengan prosedur yang berlaku," kata Imanuhadi pada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Ia menuturkan selama tujuh hari Operasi Patuh digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lubuklinggau telah mengeluarkan 632 Lembar Surat Tilang.

"Berdasarkan evaluasi minggu pertama pelaksanaan Ops, betul Tilang yang dikeluarkan sebanyak 632 lembar. Untuk jenis pelanggaran yaitu pengendara Sepeda Motor sebanyak 487, untuk mobil dan truk yang ditilang sebanyak 145," ungkapnya.

Kemudian, untuk jenis pelanggaran didominasi kelengkapan kendaraan sebanyak 154, tidak mengunakan helm SNI sebanyak 130, surat menyurat sebanyak 121, melawan arus sebanyak 54, melanggar rambu 60, berkendara dibawah umur sebanyak 58, Mobil Melawan , tidak menggunakan safety belt 39, berboncengan tiga 16.

"Inilah faktanya bahwa di wilayah kita, pelanggaran lalu lintas masih tinggi, bila dibandingkan operasi patuh tahun lalu, peningkatan lebih dari 50 persen, hal bisa disebabkan oleh meningkatnya volume kendaraan bermotor dan juga kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas," ujarnya.

Satlantas pun tidak henti-hentinya melakukan edukasi pendidikan berlalu lintas, kepada pengguna jalan untuk tertib dalam berlalu lintas. Baik itu secara verbal point to point di lapangan ataupun melalui berbagai media, baik spanduk, banner maupun media sosial. (adv)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved