Guru Baik hati Tewas Kecelakaan

Ayah Memang Selalu Antar Uang, Cerita Hilal Anak Guru Bambang yang Tewas Saat Antar Uang Untuk Anak

Bambang Pudi Astomo guru baik hati SMPN 35 yang tewas kecelakaan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Semeru

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Prawira Maulana
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Pemakaman guru SMPN 35 Palembang Bambang yang terkenal baik hati. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bambang Pudi Astomo guru baik hati SMPN 35 yang tewas kecelakaan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Semeru, Plaju, Palembang, Rabu (4/9/2019) pukul 10.00.

Seperti diberitakan sebelumnya, pak guru Bambang meninggal dunia saat di Jalan palembang-Indralaya dekat pintu tol saat hendak mengantarkan uang dan baju untuk anaknya yang bernama Hilal. Hilal kuliah di Universitas Sriwijaya Indralaya.

Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

Keluarga korban beserta segenap jajaran dan staf SMPN 35 Palembang turut mengantar jenazah korban ke tempat peristirahatan terakhir.

Putra bungsu korban, Misbach Hilal Afif mengumandangkan azan untuk jenazah ayahanda tercinta sebelum lubang kubur ditutup tanah.

Ia berdiri di salah satu sudut lubang kubur.

Almarhum Bambang Pudi Astomo
Almarhum Bambang Pudi Astomo (Tribunsumsel.com/ Shinta Anggraini)

Setelah azan, giliran sang kakak, Hidayat Fadilah mengumandangkan iqamat dekat kepala jenazah sang ayah.

Suasana haru makin terasa saat lubang kubur yang telah ditutup papan, diurug tanah.

Keluarga korban tampak tabah dan mengikuti proses pemakaman hingga selesai.

Hilal, putra bungsu korban mengaku sedih tidak sempat berjumpa sang ayah sebelum peristiwa naas tersebut.

"Sebelum papa mau antar uang dan pakaian ke kampus (Universitas Sriwijaya) di Indralaya, saya coba hubungi, tapi papa tidak angkat (telepon)," kata Misbach Hilal saat dijumpai di kediamannya di Jalan Banten 4 Lorong Rukun Nomor 19 RT 32, Plaju, usai pemakaman.

Hari itu sekitar pukul 13.00, Misbach Hilal menghubungi ayahnya namun tidak ada jawaban.

 Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

Sekitar pukul 16.00, ia baru mengetahui ayahnya meninggal setelah mendatangi Puskesmas Indralaya.

"Saya lagi kerjakan tugas, lalu dipanggil mama disuruh ke apartemen mahasiswa. Lalu aaya sama mama ke Puskesmas Indralaya. Di situ saya lihat papa dimasukkan ke mobil ambulan," kata mahasiswa semester 1 jurusan Kimia Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya (Unsri) itu.

Sebelumnya diberitakan, Bambang Pudi Astomo (59), warga Plaju, Palembang tewas setelah ditabrak mobil truk di depan akses KTM Rambutan tol Palindra pada Selasa (3/9/2019) petang.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved