Guru Tewas Kecelakaan

Kronologi Guru SMPN 35 Palembang Baik Hati Tewas Kecelakaan di Indralaya, Ingin Antar Uang ke Anak

Kabar duka dirasakan oleh keluarga besar SMP Negeri 35 Palembang, salah satu guru terbaiknya yaitu Bambang Budi Askomo meninggal dunia kecelaakan

Tribunners
Kecelakaan di depan Gerbang Tol Indralaya, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kabar duka dirasakan oleh keluarga besar SMP Negeri 35 Palembang, salah satu guru terbaiknya yaitu Bambang Pudi Astomo meninggal dunia karena kecelaakan.

Adapun kronologi meninggalnya seorang guru Fisika di SMPN 35 Palembang itu membuat duka yang dalam bagi keluarga.

Diketahui Bambang Pudi Astomo (59) warga Lorong Banten IV Plaju meninggal dunia karena kecelakaan.

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Palembang - Indralaya, tepatnya di depan Gerbang Tol KTM Rambutan Palembang - Indralaya (Palindra) sekira pukul 16.00 WIB.

Kasat Lantas Polres Ogan Ilir AKP Desi Aryanti melalui Kanit Laka Ipda Iwan, membenarkan kejadian tersebut.

Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

Detik-detik terjadinya kecelakaan, sebuah motor Supra Fit bernopol BG 3926 PV dikendarai Bambang terlibat kecelakaan dengan sebuah trus ber-as 3 dengan nopol BG 8220 XA.

Sayang, supir truk tersebut yang diketahui bernama Rahmat (40) melarikan diri saat kecelakaan tersebut. Sehingga Polisi masih melakukan penyidikan terkait kecelakaan itu.

"Kronologi lengkapnya masih kita lakukan pengembangan. Untuk saat ini, info itu dulu yang bisa kita berikan," jelasnya.

Jasad korban telah dibawa ke rumah duka, di Jalan Banten, Plaju Palembang. Sementara itu, pihak Kepolisian masih menyelidiki supir truk dan kronologi lebgkap dari kecelakaan itu.

 Sosok Bambang Pudi Astomo Guru SMPN 35 Palembang Tewas Kecelakaan, Suka Melawak dan Jarang Marah

"Sedang kita lakukan penyidikan dan memeriksa saksi di sekitar TKP," tegasnya.

Kecelakaan lalu Lintas di Indralaya
Kecelakaan lalu Lintas di Indralaya (Sripoku.com/Resha)

Istri Teriak Histeris

Melihat jasad suaminya terbujur kaku, Sri (57) sang istri berteriak histeris saat melihat jasad suaminya,

Setelah kecelaakn, jasad Bambang dibawa ke Puskesmas Timbangan Indralaya KM 32, Indralaya Ogan Ilir.

Ia langsung dipeluk anak tertuanya, Adil, untuk menenangkan ibunya tersebut.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved