Menjajal Tol Palembang Lampung, Waspada Ngantuk di Trek Lurus dan Nikmati Panorama di Kotabaru

Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayuagung (189 km) yang sebentar lagi diresmikan akan menjadi tol terpanjang di Indonesia

Tribunlampung.co.id/Noval Andriansyah
Tol Lampung ruas Bakauheni-Terbanggi Besar simpang Kota Baru. 

Oleh karena itu, kami belum dapat melintasi ruas tol ini dan meneruskan perjalanan via Jalan Lintas Sumatera.

Selepas Jalan Lintas Sumatera, kami kembali masuk jalan bebas hambatan untuk ruas Palembang-Indralaya.

Ruas tol ini sudah beroperasi sejak 12 Oktober 2017.

Dengan panjang 22 kilometer, Palembang-Indralaya bertarif Rp 20.000 untuk kendaraan Golongan I.

Total waktu tempuh efektif perjalanan Tim Kompas.com Merapah Trans Sumatera melintasi Tol Lampung dari Bakauheni menuju Palembang sekitar 6 jam.

Waktu tempuh ini jauh lebih cepat dibanding jalur regular yang diperkirakan sekitar 12 jam hingga 14 jam.

Waspada Ngantuk

Lintasan yang lurus, dan mulus, serta trek yang demikian panjang dengan pintu gerbang berjarak puluhan kilometer ke pintu gerbang lainnya, menjadikan Tol Trans Sumatera memiliki tantangan tersendiri.

Butuh konsentrasi tinggi serta kewaspadaan ekstra untuk melintasi Tol Trans Sumatera.

Hal ini dialami Tim Kompas.com Merapah Trans Sumatera 2019 saat melakukan ekspedisi melintasi lima ruas tol.

Dari lima ruas tol tersebut, pembangunan empat ruas tol di antaranya dikerjakan PT Hutama Karya (Persero).

Keempatnya masing-masing ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,7 kilometer, Terbanggi Besar-Pematang Panggang yang membentang 112 kilometer, Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 77 kilometer, dan Palembang-Indralaya sepanjang 22 kilometer.

Sementara satu ruas tol lainnya yakni Kayu Agung-Palembang sepanjang 111,69 kilometer dikerjakan oleh PT Waskita Toll Road.

Manajer Teknik Hutama Karya Tol Pematang Panggang-Kayu Agung Ahmadi mengakui, trek lurus Tol Trans Sumatera, terutama area yang menjadi wilayah kerjanya, kerap membuat pengendara mengantuk.

"Sisi kiri dan kanan perkebunan kelapa sawit, belum ada aktivitas ekonomi atau keramaian seperti di Tol Trans Jawa. Hal ini sering membuat pengemudi terlena, dan akhirnya mengantuk. Ini yang pernah saya alami," ungkap Ahmadi menjawab Kompas.com, Kamis (29/8/2019).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved