Sebelum Tewas Dibakar Ibu Tiri, M Adi Pradana Beri Barang Ini Untuk Kekasihnya di Pertemuan Terakhir
TRIBUNSUMSEL.COM - Sebelum Tewas Dibakar Ibu Tiri, M Adi Pradana Beri Barang Ini Untuk Kekasihnya di Pertemuan Terakhir
Penulis: Euis Ratna Sari | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Sebelum Tewas Dibakar Ibu Tiri, M Adi Pradana Beri Barang Ini Untuk Kekasihnya di Pertemuan Terakhir
M. Adi Pradana alias Dana dan ayahnya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili tewas mengenaskan akibat ulah ibu tirinya, AK.
Di tangan ibu tirinya, AK, M. Adi Pradana dan Edi Chandra tewas terbakar dalam sebuah mobil yang sudah direncanakan sebelumnya.
Kepergian M. Adi Pradana dan Edi Chandra tentu menjadi luka yang dalam bagi kekasihnya, Elvira Manda.
Kesedihan mendalam itu diungkap Elvira melalui instagram storiesnya.
Sebelum tewas dibakar oleh ibu tirinya, beberapa hal tak biasa dirasakan oleh Elvira tentang kekasihnya itu.
Elvira kerap mendapat pesan WhatsApp yang begitu manis dari M. Adi Pradana alias Dana.
Semula Elvira hanya menganggap biasa karena Dana memang begitu menyayanginya.
Namun satu hari menjelang kepergian Dana, Elvira merasa ada yang cukup mengganjal hatinya.
Tak pernah terbayangkan oleh Elvira sebelumnya, bahwa Dana akan pergi meninggalkannya dalam waktu secepat itu.
Baru saja Elvira merasa bahagia karena diberi hadiah indah oleh Dana.
Sebuah kalung yang indah menjadi hadiah terakhir yang diberikan Dana pada pertemuan terakhirnya pula.
"jadi hari kamis tanggal 22 Agustus ini, terakhir ketemu sama @prvdana_ dan tiba-tiba dia yang bilang "Vir aku punya hadiah buat kamu" dengan nada sarkas gua yang jawab "apansi aneh bgt tumben" dia dengan muka happy nya "gaboleh liat laa"
tapi tiba-tiba dia suruh gua masuk sambil didepan kaca @greenwoodcoffee dia makein kalung ini ke gua. Melting tapi gua gengsi. Tapi akhirnya gua yang bilang 'makasih ya dana', tulis Vira.
Ya sejak saat itu, Elvira tak bertemu dengan kekasihnya, Dana.
Bahkan mulanya Elvira hanya merasa Dana kelelahan hingga menghilang setelah memberi kabar di hari Jumat, 22 Agustus.
"di hari Jumat kita gak ketemu sama sekali dan dia bilang mau main sama temen-temennya.
di jam 10 malem dia bilang sampe rumah. Biasanya dia langsung vc gua dan nemenin gua tidur. tapi ini enggak malah hilang.
Ya gua mikir dia kecapean", tulisnya.
Kecurigaan Elvira mulai terasa saat di pagi hari, Sabtu 23 Agustus ketika ia memeriksa pesan dari Dana.
Keterangan Elvira menyatakan bahwa pada pukul 2 dini hari, Dana mengirimkan pesan teks pada dirinya namun dengan huruf typo yang tak biasa di lakukan.

"di jam 7 pagi hari sabtu gua check message dari Dana, dan itu di jam setengah 2 pagi dia bilang 'ada sodara aku eirumah, lagi ngobrol' feeling gua tumben amat nih anak typo. Tapi masih positive thinking aja", ungkap Vira.
Setelah mendapati pesan dari Dana, Elvira mencoba menghubunginya, namun tak mendapat respon dari Dana.
Elvira bahkan sempat bermimpi melihat Dana saat ia tidur sebelum berangkat ke kantornya.
Namun di hari Minggu, 25 Agustus Elvira memutuskan untuk berkunjung ke rumah Dana.
Meski keadaan luar rumah nampak baik-baik saja, Elvira semakin merasa aneh ketika masuk ke dalam rumah.
Benar saja, Elvira mendapati kamar Dana yang hancur tanpa ia tahu apa penyebabnya.
"eh seharian gue telp aktif hpnya, tp tumben banget gak diangkat, karena dana sesibuk apapun dia vc gua pasti diangkat dan didiemin sampe akhirnya gua tau kesibukannya apa.
Dan ini ilang gitu aja, gua yang masih mikir dia mau ngeprank gua hahaha.
dan akhirnya gua baru bisa tidur jam 6 pagi padahal jam 9 gua harus ngantor.
Disitu gua mimpi, Dana ada disebrang gua sambil senyum seneng banget.
Di hari minggu malemnya gua mutusin berempat buat kerumah dana, dan kondisi rumahnya dari luar aman bgt tp amkin masuk ke dalem makin aneh.
Sampe akhirnya kita nemuin yang namanya kamar dana ancur sendirian", ungkap Vira.
Elvira memang tidak menangis, namun hatinya terpukul ketika mengetahui kondisi kekasihnya telah tewas terbakar.
Ia bahkan sempat memeriksa rumah sakit terdekat untuk mengetahui kondisi kekasihnya itu.
Sayang, Dana harus pergi meninggalkannya dengan cara tragis yang sudah direncanakan oleh ibu tirinya.
Kalung pemberian Dana nyatanya adalah barang pemberian terakhir di pertemuan mereka terakhir pula.
"Btw itu kalung kenangan terakhir gua ketemu Dana. Ternyata feeling gua bener kalung ini kamu kasih biar aku inget kamu terus", pungkasnya.
LINK FOTO:
https://www.instagram.com/p/B1s9ooaBickmR6cbwjwS86RecCX5F8m0E9zGXQ0/