Cerita Khas Palembang

Mengenal Sosok Sindu Saksono, Dokter Bedah Anak di Palembang yang Bercita-cita Jadi Chef

Sindu merupakan dokter Spesialis Bedah Umum dan Bedah Anak di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH)

Mengenal Sosok Sindu Saksono, Dokter Bedah Anak di Palembang yang Bercita-cita Jadi Chef
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Sindu Saksono, Dokter Bedah Anak di Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Masih minim dokter bedah anak di Indonesia.

Di Palembang, orang mengenal dokter bedah anak bernama dr Sindu Saksono.

Sindu merupakan dokter Spesialis Bedah Umum dan Bedah Anak di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH).

Menjadi dokter bukanlah cita-citanya, namun nasiblah yang menuntunya jadi dokter.

"Cita-cita saya itu jadi chef. Saya ingin jadi chef karena minim risiko dan enak aja. Kalau jadi dokter itu resikonya dan tanggung jawabnya besar," kata dr Sindu saat dibincangi tribunsumsel.com di RSMH, Kamis (29/8/2019).

Bayi Kembar Siam Aysha Masih Perlu Operasi Lanjutan, Kondisi Sekarang Stabil

Ia pun mengatakan, bahwa untuk di RSMH ia sudah menangani ke tiga kalinya kasus bayi kembar siam.

Menurutnya setiap kasus bayi kembar siam memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

Maka harus hati-hati dalam menanganinya.

"Kalau berhasil ya kita senang dan diingat orang. Tapi kalau gagal harus siap dicaci maki."

"Kalau gagal kita juga merasa kecewa dan sedih. Jadi ya memang risiko dan tangung jawab jadi dokter itu besar. Apalagi kalau dokter anak, sudah selesai oprasi sekarang masih harus terus dipantau hingga besar," ceritanya.

Dalam melalukan tindakan, dr Sindu selalu hati-hati dan berdasarkan Basic Surgical Skills (BSS) atau ketrampilan bedah dasar.

Mengenal Ajub Suratman, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkum HAM Sumsel Gantikan Sudirman

Jadi dalam hal penggunaan alat-alat kesehatan harus hati-hati.

"Pengalaman yang paling berkesan ketika saya jadi dokter itu pernah menangani pasien yang sunat. Saya tidak tahu pasien tersebut mengidap HIV. Setelah sunat baru saya tahu," ceritanya.

Menurutnya beruntung ia melakukan semua tindakan berdasarkan prosedurnya.
Sebab kalau tidak dilakukan dengan benar maka ketika sampai ketusuk jarum di tangan itu bisa berbahaya dan tertular.

"Itu penggalaman saya sebagai motivasi untuk yang lainnya. Bahwa semua tindakan harus dilakukan sesuai prosedur," kata dr Sindu yang sudah menjadi dokter selama 19 tahun.

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved