Gandeng Bulog, Herman Deru Angkat Harkat Petani Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima Direksi Perum Bulog Pusat Jakarta dan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel dan Babel

Gandeng Bulog, Herman Deru Angkat Harkat Petani Sumsel
Dok.Pemprov Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima Direksi Perum Bulog Pusat Jakarta dan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel dan Babel 

PALEMBANG, TRIBUNSUMSEL.COM - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menerima Direksi Perum Bulog Pusat Jakarta dan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel dan Babel, dalam rangka bersilaturahmi sekaligus membahas kerjasama yang akan dilakukan kedepan, Kamis (29/8)

Bertempat di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, audiensi ini dihadiri langsung oleh Kepala Divisi Penjualan Grosir dan Pasar Pemerintah Bulog Pusat Febby Novita, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel Ali Ahmad Najih Amsari, Kabid Pengadaan Perum Bulog Sumsel Babel Ninik Laswati.

Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru menuturkan Ia menjalin kemitraan dengan Bulog bukan semata karena Ia sebagai pejabat publik. Namun sudah sejak usia 18 tahun Ia memang sudah sangat dekat dengan Bulog. Hal itu pun terus berlanjut hingga Ia menjadi Bupati dan sekarang menjabat Gubernur Sumsel.

“Kemitraan dengan bulog bukan karena pejabat publik, tapi sudah saya lakukan sejak usia 18 tahun berlanjut jadi Bupati OKU Timur dan menghasilkan beras dengan predikat terbesar, di Sumsel.

Saya juga punya kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan pangan nasional sampai-sampai 7 kali dapat penghargaan dan obsesi itu tidak berubah hingga kini yakni mengangkat harkat petani daerah,” ungkapnya

Diakui Herman Deru, selama 10 bulan Ia menjabat sebagai Gubernur Sumsel saat ini Provinsi Sumsel menduduki peringkat 5 menuju rangking 4 atau nomor satu setelah jawa sebagai daerah penghasil beras.

“ 2021 Saya targetkan menduduki peringkat nomor satu. Saya ingin moril petani diangkat dengan cara menyerap beras petani daerah. Bingkai besar yang saya maksud pekerjaan bulog apapun itu muara kita kesejahteraan , yakni 80% kesejahteraan profesi petani,” tuturnya

“Pemprov Sumsel membuat kebijakan, Gubernur punya kewenangan yang diberi oleh pemerintah. Tidak usah khawatir jalan saja, ini semua untuk mengangkat harkat pertani. Bantu Saya dalam proses mengejar ranking, saya tidak main-main untuk ketahanan pangan,” pungkasnya

Editor: Erwanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved