Tak Cuma Perkara Hubungan Badan, Serli Juga Jadi Kunci Bukti Prada DP Bunuh Vera Secara Berencana

Oditur militer atau jaksa pada pengadilan militer menuntut hukuman seumur hidup Prada Deri Pramana/Prada DP.

Tak Cuma Perkara Hubungan Badan, Serli Juga Jadi Kunci Bukti Prada DP Bunuh Vera Secara Berencana
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Prada DP berdiri saat mendengarkan tuntutan seumur hidup, Kamis (22/8). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Oditur militer atau jaksa pada pengadilan militer menuntut hukuman seumur hidup Prada Deri Pramana/Prada DP.

Prada DP dianggap oditur secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana.

Paling tidak ada 17 hal yang menjadi indikasi dan fakta yang menguatkan tuntutan dari oditur soal pembunuhan berencana.

Meski pada persidangan sebelumnya Prada DP membantah ia membunuh Vera dengan berencana. Ia mengaku membunuh karena emosi saat Vera mengaku hamil. Padahal saat itu Vera dan Prada DP sudah lama tak berhubungan badan. Prada DP menganggap Vera berselingkuh dan langsung emosi.

Oditur tak percaya dengan pengakuan Prada DP.

Berikut point-point yang menjadikan indikasi kuat pembunuhan berencana menurut oditur yang dibacakan di persidangan.

"Benar selama berpacaran beberapa kali bertengkar, empat kali bahkan hanphone Vera dihancurkan," kata Oditur.

Oditur juga memaparkan fakta bahwa pernah didapati Prada DP bertengkar dan kedapatan membekap korban di rumah korban. Pertengkaran ini disaksikan oleh saksi Imelda Wulandari.

Prada DP banyak menyimpan sakit hati pada Vera Oktaria.

"Sekira awal April 2019 korban tak hadir saat pelantikan di Rindam 2. Alasannya training Indomaret," kata Oditur Edwar Butarbutar. Hal ini membuat Prada DP kecewa.

Halaman
1234
Penulis: Prawira Maulana
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved