Cerita Khas Palembang

Awalnya Coba-coba, Udin Jadi Generasi ke 3 Sukses Teruskan Usaha Tenun Jumputan Palembang

Udin, pria paruh baya ini merupakan generasi ketiga di keluarganya yang meneruskan usaha orangtua membuat kain tradisional

Awalnya Coba-coba, Udin Jadi Generasi ke 3 Sukses Teruskan Usaha Tenun Jumputan Palembang
Tribun Sumsel/ Hartati
Udin Abdillah, pemilik Centra Tenun Tanjung memamerkan kain kreasi rumah produksinya, Selasa (20/8/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Palembang dikenal memiliki beragam kain khas tradisionalnya selain songket yakni juga jumputan yang tak kalah terkenal sebagai ikon fashion.

Kain tradisional ini dibuat oleh sejumlah orangtua di Palembang yang umumnya merupakan usaha turun temurun peninggalan keluarga.

Seperti yang digeluti Udin, pria paruh baya ini merupakan generasi ketiga di keluarganya yang meneruskan usaha orangtua membuat kain tradisional.

Berawal dari coba-coba dan belajar otodidak membuat tenun dan jumputan, kini usaha yang digelutinya ini sudah memiliki 200 karyawan.

Rekor Muri Apel Perempuan Berkebaya dan Berkain Jumputan Terbanyak Meriah, Semua Peserta Antusias

Udin mengisahkan awalnya tidak ada niat meneruskan usaha orangtua karena dia sudah puluhan tahun merantau ke ibukota dan mencari nafkah di sana.

Pada tahun 1984 dia pulang ke Palembang dan belajar membuat kain ini karena melihat orangtunya kerap membuat kain memenuhi pesanan sehingga tergerak ikut melestarikan warisan budaya.

Selain melestarikan budaya, Udin bersyukur bisa membantu warga sekitar tempat tinggalnya memiliki pekerjaan dengan menjadi karyawannya.

"Proses pembuatan kain ini butuh waktu lama dan banyak tenaga oleh sebab itu hasilnya istimewa hand Made dan tidak akan ada yang sama antara satu produk dengan lainnya," ujar Udin, Selasa (20/8/2019).

Mengenal Songket Gunung Batu Khas OKU Timur, Ini Bedanya dengan Songket Palembang

Memiliki rumah produksi di kawasan sentra tenun Tuan Kentang Kertapati, Udin tidak khawatir usahanya tergerus oleh pendatang baru dan usaha serupa.

Menurutnya rezeki sudah ada yang mengatur.

Selain itu kualitas dan ciri khas harus tetap diperhatakan agar pembeli mau datang membeli lagi dan membantu promosi dari mulut ke mulut.

Dia juga bersyukur dengan kehadiran Bank Sumsel Babel (BSB) karena memberikan sumbangsih modal untuk perluasan usaha.

Kader PKK Sumsel Harus Menjadi Pelopor dan Pembaharu yang Inspiratif

Selain modal, BSB juga memberikan pelatihan manajemen keuangan juga pembukuan agar perhitungan usaha tersusun rapi.

"Kalau ada kegiatan kita juga diajak BSB pemeran memasarkan produk jadi bukan cuma bantuan modal dan managemen keuangan saja," kata Udin.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved