Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIk Minta Tambang Ilegal Setop Operasi

Kami Polres Pagaralam meminta kepada masyarakat yang memiliki tambang galian C ilegal untuk menghentikan semua aktivitas penambangan.

Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIk Minta Tambang Ilegal Setop Operasi
SRIPO/WAWAN
GARIS POLISI - Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspoaji SIk bersama Kapolsek Dempo Utara Iptu Wempi saat mengecek dan memasang pita garis polisi di lokasi tewasnya penambang batu di Talang Sekuad, Pagaralam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIk mengeluarkan peringatan agar seluruh aktivitas penambangan ilegal dihentikan atau setop beroperasi.

"Kepada para pemilik dan pelaku penambang ilegal untuk segera menghentikan semua aktivitas penambangan jika belum memiliki izin," kata Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIk

Peringatan ini disampaikan Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIk pasca insiden tewasnya
dua orang penambang bernama Miki (25) dan Dedi (37) di kawasan Talang Sekuad, kawasan perbatasan Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat.

Menurut Kapolres Pagaralam AKBP Tri Saksono Puspo Aji SIk meskipun sudah ada lokasi tambang galian C atau tambang material yang ditindak oleh Polres Pagaralam namun masih ada saja aktivitas penambangan batu dan pasir yang dilakukan masyarakat Pagaralam.

Akibatnya kemarin, Selasa (13/8/2019) dua warga Desa Kerinjing Kota Pagaralam tewas karena tertimbun longsor saat sedang melakukan aktivitas penambangan tradisional batu dikawasan Talang Sekuad.

"Kami Polres Pagaralam meminta kepada masyarakat yang memiliki tambang galian C ilegal untuk menghentikan semua aktivitas penambangan. Jika tidak maka akan kami tindak tegas," imbaunya.

Imbauan ini dikeluarkan Kapolres bertujuan agar kejadian yang merenggut dua nyawa warga Desa Kerinjing Pagaralam tidak terulang lagi. Pasalnya aktivitas penambangan tradisional yang ada tidak mempunyai standar keamanan yang layak.

"Jika dilihat dari lokasi tewasnya dua penambang kemarin, memang standar keamanannya sama sekali tidak ada. Penambang melalukan aktivitas di bawah tebing yang memang bisa longsor," katanya kepada sripoku.com, Rabu (14/8/2019).

Dijelaskan Kapolres, korban saat itu sedang melakukan aktivitas penambangan batu yang posisinya di bawah tebing, dilihat dari TKP korban menggali di bawah tebing sehingga terbentuklah seperti gua karena tidak ada penahan tanah diatasnya membuat tanah tersebut longsor.

"Sekali lagi saya imbau kepada masyarakat Pagaralam yang melakukan kegiatan Ilegal ini segera dihentikan apabila masih melakukan kegiatan tersebut akan kita lakukan tindakkan," tegasnya.(one/sp/adv)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved