Puluhan Sopir Angkutan Umum Jalani Pendidikan dan Pelatihan Abdiyaksa Teladan 2019

Bekerjasama dengan Ditlantas Polda Sumsel, Dinas Perhubungan, dan Organda Daerah, para sopir tersebut diberikan wawasan dan pelatihan berkendara aman.

Puluhan Sopir Angkutan Umum Jalani Pendidikan dan Pelatihan Abdiyaksa Teladan 2019
Tribunsumsel.com/ Arief Basuki Rohekan
Puluhan Sopir Angkutan Umum Jalani Pendidikan dan Pelatihan Abdiyaksa Teladan 2019 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Demi menekan potensi kecelakaan lalu lintas, yang melibatkan angkutan umum di Sumatera Selatan (Sumsel), PT Jasa Raharja (Persero) cabang Sumsel, mengumpulkan puluhan sopir angkutan umum, 8- 9 Agustus di ballroom Hotel Aston Palembang.

Bekerjasama dengan Ditlantas Polda Sumsel, Dinas Perhubungan, dan Organda Daerah, para sopir tersebut diberikan wawasan dan pelatihan berkendara aman.

"Ada sekitar 40 sopir di Sumsel yang kita undang, dan mereka perwakilan dari PO (Perusahaan Otobus), yang notabene berkegiatan dengan menggunakan alat transportasi massal dengan membawa banyak orang," kata Kepala Jasa Raharja Cabang Sumsel, Jhon Veredy Panjaitan.

Menurut Jhon, dikumpulkannya para sopir angkutan dalam kegiatan 'Pendidikan dan Pelatihan Abdiyaksa Teladan 2019' tersebut, bertujuan untuk menambah pemahaman bagi mereka tentang keselamatan berlalu lintas di jalan.

"Semua akan dipaparkan lebih jelas oleh jajaran Dirlantas dan Dishub Sumsel, seperti bagaimana langkah-langkah jika menghadapi masalah saat berkendara, dan menghadapi kendala lainnya jika terjadi di jalan," urainya.

Diungkapkan Jhon, diharapkan nantinya para sopir dan awak angkutan umum yang ikut pendidikan dan pelatihan itu, nantinya paham dan mematuhi peraturan yang ada, serta bisa menjadi agen perubahan bagi sesama pengemudi dan awak angkutan umum lainnya.

"Jadi nantinya mereka motivator dan inspirator serta memberikan masukan dalam hal pemecetahan masalah keselamatan lalu lintas, dan bisa meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban berlalu lintas, yang imbasnya bisa menurunkan kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum jalan," bebernya.

Jhon juga tak menampik, jika masih sering melihat cukup banyak pengguna jalan yang masih melanggar aturan lalu lintas.

"Selain itu, faktor human error masih menjadi penyebab utama tingginya kecelakaan lalu lintas dijalan raya," capnya.

Berdasarkan data pembayaran santunan korban kecelakaan di Sumsel dalam lingkup kecelakaan yang melibatkan alat angkutan umum di darat, santunan yang dibayarkan masih perlu mendapatkan perhatian yang serius.

"Untuk kecelakaan yang melibatkan angkutan umum di darat, santunan yang sudah dibayarkan sebesar Rp 353 juta. Terlihat, tingkat resiko yang cukup tinggi pada pengguna moda alat angkutan umum yang mengakibatkan korban jiwa maupun luka," tandasnya.

Sementara Ketua DPD Organda BY Hutagalung mengapresiasi langkah yang dilakukan Jasa Raharja, Dirlantas maupun Dishub Sumsel tersebut.

Mengingat risiko jatuhnya korban dalam kecelakaan lalu lintas cukup tinggi. Maka dari itu para supir kita perlu diingatkan bahwa selain membawa diri mereka sendiri, mereka membawa keselamatan para penumpangnya.

"Budaya tertib lalu lintas perlu digalakkan. Mereka yang ikut pelatihan ini diharapkan menjadi teladan. Kemudian wajib mentransferkan ilmu yang didapat ke rekan yang lain," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Slamet Teguh Rahayu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved