Sidang Prada DP
Misteri Asal Gergaji Memutilasi Vera, Keterangan Prada DP dan Saksi Berbeda
Pada sidang ketiga pembunuhan Vera Oktaria, ditemukan beberapa perbedaan antara keterangan prada DP yang tertulis di dakwaan dengan keterangan saksi
Penulis: Shinta Dwi Anggraini |
Mendengar jawaban itu, reaksi Prada DP hanya diam.
Kemudian Nurdin kembali melanjutkan percakapan dengan bertanya mengenai pekerjaan Prada DP yang saat check-in di penginapan mengaku sebagai Doni.
• Nasib Tragis Hotel Sahabat Mulya Setelah Jadi Tempat Prada DP Membunuh Vera Oktaria di Kamar 06
"Dia hanya jawab koral, terus dia keluar. Saya stop nonton tv dan kejar dia."
"Saya tanya koral dimana karena cuma ingin tahu saja. Mungkin karena ada teman saya yang kerja di sana,"cerita Nurdin.
Namun, Prada DP tidak menjawab pertanyaan itu.
Dia lebih memilih pergi dengan menggunakan sepeda motor Honda beat warna pink yang dibawanya bersama Vera Oktaria saat ke penginapan.
"Waktu dengar pertanyaan saya, dia naik motor, ngegas dan langsung pergi. Plat motornya tidak ada, kondisi motor juga masih terlihat baru. Setelah ditinggal, ya saya lanjut nonton tv lagi,"ungkapnya.
Masih dihari yang sama, sore harinya Nurdin kembali melihat Prada DP di penginapan.
Saat itu dia membawa sebuah koper besar.
Keterampilan Nurdin sama dengan keterangan saksi Wiwid Safitri (23) yang tak lain adalah istrinya sendiri pada kesaksian sebelumnya.
• Begini Nasib Orang yang Sarankan Prada DP Bakar Vera Oktaria, Tewas Mengapung di Sungai Dawas
"Ya saya dengar ibu saya nanya berapa harga kopernya dan untuk apa koper sebesar itu. Dan dijawab sama dia. Tapi saat saya tidak mendekat,"ungkapnya.
Pada surat dakwaan yang disampaikan Oditur, disebut nama Imam yang menyuruh untuk membakar mayat Vera Octaria kasir minimarket.
"Itu kan dalam dakwaan Imam nyuruh terdakwa bakar mayat korban 'bakar bae ujinyo'," terang Mayor Chk Darwin Butar Butar SH sebagai Oditur, saat ditemui usai sidang.
Namun, Imam tak bisa hadir dipersidangan karena telah meninggal dunia.
"Tapi dia sudah meninggal, makanya dalam dakwaan itu dalam kurung meninggal dunia. Kalau masih hidup dia yang pertama kali kita hadirkan sebagai saksi utama," lanjutnya.
• Malam Itu Prada DP Mengaku Membunuh Vera Oktaria, Menangis di Hadapan Ibu Lalu Menghilang
"Mungkin itu salah satu upaya terdakwa untuk menghilangkan jejak usai membunuh, karena jiwanya saat itu lagi kalut," tambahnya
Mengingat persidangan akan terus berjalan, tak banyak yang diceritakan oleh Darwin.
"Meninggalnya Imam karena apa, saya tidak bisa memastikan, nanti kita dalami dipersidangan saja, selasa nanti," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/saksi-sidang-prada-dp-penginapan.jpg)