Kondisi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Muratara, Ladang Ganja Sampai Illegal Logging

Kondisi kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memprihatinkan.

Kondisi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Muratara, Ladang Ganja Sampai Illegal Logging
Rahmat Aizullah /TribunSumsel.com
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Syarif Hidayat.

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Kondisi kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memprihatinkan.

Belum lama ini Bupati Muratara, Syarif Hidayat melapor ke Pemprov Sumsel tentang maraknya aktivitas perambahan hutan atau illegal logging di kawasan TNKS.

Bahkan akibat adanya illegal logging berdampak pada kerusakan jalan dan jembatan, banjir bandang, ekosistem rusak serta sungai menjadi surut.

Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena untuk menangani permasalahan TNKS tersebut menjadi wewenang Pemprov Sumsel.

"Masalah ini sudah saya sampaikan ke provinsi, tidak mungkin saya biarkan, namun kewenangannya ada di provinsi," kata Bupati Syarif kepada Tribunsumsel.com, Rabu (7/8/2019).

Selain illegal logging, kawasan hutan TNKS di wilayah Muratara juga ditanami pohon ganja oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan baru-baru ini pihak kepolisian menemukan ladang ganja dengan luasan lebih dari satu hektare di kawasan TNKS tepatnya di Bukit Cermin.

Bupati Syarif mengatakan, sebelum ladang ganja itu ditemukan, pihaknya sudah menyampaikan ke Pemprov Sumsel bahwa tidak menutup kemungkinan ada ladang ganja di kawasan TNKS tersebut.

"Ternyata benar kan, kemarin ditemukan oleh tim dari Polda, kayu sudah habis dirambah, ditambah pula ditanami ganja, ini sangat memprihatinkan," tambahnya.

Bupati Syarif tidak menyangkal bahwa kemungkinan besar saat ini masih ada ladang ganja yang belum ditemukan di kawasan Bukit Cermin tersebut.

Karenanya, ia sudah memanggil camat dan kepala desa untuk menyampaikan kepada masyarakat agar berhenti menanam pohon ganja di kawasan Bukit Cermin.

"Bisa saja (masih ada ladang ganja), tapi saya sudah tegaskan ke camat dan kades, jangan sampai ditemukan lagi, berhentilah, malu kita," kata Syarif. (CR14)
Area lampiran

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved