50 Orang Warga Tempuh 60 Kilometer Untuk Serang Polisi di Empatlawang, Inilah Kronologinya

Penyerangan warga terhadap polisi di Empatlawang dipicu karena provokasi.

50 Orang Warga Tempuh 60 Kilometer Untuk Serang Polisi di Empatlawang, Inilah Kronologinya
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli didampingi Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpian memberikan keterangan kasus bentrok empat lawang di kediaman dinas Kapolda, Minggu (4/8/2019). 

 TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Penyerangan warga terhadap polisi di Empatlawang dipicu karena provokasi.

Warga dimobilisasi karean ada info dua orang warga ditembak polisi tanpa sebab yang jelas.

Padahal dua warga yang belakangan bernama Erwan dan Erwint itu adalah tersangka kasus pengancaman.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Drs Firli dan mengatakan bahwa peristiwa yang terjadi di Empatlawang tersebut bukanlah dari warga melainkan dari oknum keluarga pelaku yang salah mendengar informasi yang beredar.

“Penyebab konflik di Empatlawang memanas itu karena warga Tangga Rasa salah mendengar informasi yang beredar tanpa mengecek langsung kebenaran berita tersebut. Akhirnya mereka berangkat memakai dump truk yang berisikan 50 orang lebih menempuh 60 kilometer ke RS Tebing Tinngi,” ujar Kapolda.

Ia menuturkan bahwasannya kunjungan tersebut tidak hanya menjenguk Erwan dan Erwin melainkan mencari polisi yang menembak keduanya.

Dengan membawa sejumlah senjata tajam dan senjata api puluhan warga tersebut menyerang polisi yang berjaga.

Sehingga terjadilah peristiwa bentrok kemarin.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Firli mengungkapkan tersangka penyerangan pada bentrok di Empat Lawang ternyata masih satu keluarga.

Hal ini, diungkapkan Kapolda dalam konferensi dikediaman dinasnya, Minggu (4/8/2019).

Halaman
1234
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved