Pelajar SMK Tewas di Sumur

BREAKING NEWS, Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Pelajar SMK Palembang Tewas Membusuk di Sumur

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pelajar SMK tewas membusuk di sumur

Penulis: Yohanes Tri Nugroho |
Sripo/ Haris Widodo
Rahmat ditemukan di sumur warga Komplek Perumahan Handayani, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat (2/8/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polisi bergerak cepat mengungkap kasus pelajar SMK tewas membusuk di sumur.

Polres Banyuasin saat ini telah menangkap dua orang terkait pembunuhan Rahmat Bayangkara (16 tahun), siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Palembang.

Pelajar SMK ini ditemukan tewas di dalam sumur, Jumat (2/8/2019).

"Ada dua (ditangkap), masih dua lagi. Nanti tunggu lengkap baru pres release mas," kata Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem melalui pesan whatsapp kepada tribunsumsel.com, Minggu (4/8/2019).

Rahmat ditemukan di sumur warga Komplek Perumahan Handayani, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Pembunuhan Ala Film Mafia di Palembang, Rahmad Anak SMK Dimasukkan dalam Sumur Hidup-hidup

Sebelumnya diberitakan penemuan mayat ini membuat heboh warga sekitar dan media sosial.

Diketahui identitas mayat tersebut bernama Rahmat Bayangkara (16), siswa salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Palembang.

Kapolsek Talang Kelapa Banyuasin Komisaris Polisi Irwanto mengatakan, jenazah tersebut ditemukan oleh seorang warga bernama Susanti (35 tahun).

Susanti saat itu sedang mencari barang bekas di sekitar lokasi.

Susanti curiga karena mencium aroma menyengat saat mendekati sumur.

Penasaran dengan aroma tersebut Susanti pun menengok ke dalam sumur.

Sebelum Ditemukan Tewas Secara Sadis, Rahmad Pelajar SMK di Palembang Ingin Hafal Yasin

Ia terkejut ketika melihat sesosok jasad mengapung dan sudah dalam keadaan membusuk.

Susanti pun akhirnya mengabari warga lain dan melaporkan penemuan tersebut ke kepolisian.

“Kita cepat mendapatkan identitasnya karena keluarganya pernah melaporkan bahwa yang bersangkutan hilang beberapa hari lalu."

"Ciri-cirinya cocok. Saat memanggil orang tuanya, mereka mengenali bahwa mayat itu memang Rahmat,” ujar Irwanto.

Irwanto mengungkapkan, Rahmat merupakan warga Jalan Sukorejo Lorong Rambutan, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sekitar lokasi sumur.

Pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian, namun diduga kuat Rahmat tewas akibat dibunuh.

“Saat ditemukan jenazah dalam kondisi busuk. Tubuhnya diikat menggunakan selimut dan diisi sejumlah batu untuk pemberat. Diduga korban pembunuhan,” kata dia.

Siswa SMK Dimasukkan Dalam Sumur, Ini Dugaan Keluarga Soal Pembunuh Rahmad

Jenazah Rahmad Bhayangkara (16) telah selesai menjalani visum luar di instalasi forensik rumah sakit Bhayangkara, Sabtu (3/8/2019).

Dari hasil pemeriksaan, diduga korban dimasukkan ke dalam sumur dalam keadaan masih bernyawa.

"Diduga korban masih hidup saat dimasukkan dalam sumur. Tapi apakah dia dalam kondisi pingsan atau sadar, itu belum bisa dipastikan. Sebab tadi hanya menjalani pemeriksaan luar saja,"ujar dokter forensik rumah sakit Bhayangkara, Kompol dr Mansuri Spkf.

Ditemukan pula sekitar 20 batu bata terselip di tubuh korban yang terbungkus selimut di dalam sumur.

Selain itu, juga ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat benda tumpul di kepala korban.

"Terkait jeratan selang di tubuh korban, itu masih belum jelas untuk menjadi salah satu penyebab kematian. Karena bekas jeratan tidak begitu tegas di tubuh korban,"ujarnya.

Rencananya usai menjalani visum, jenazah Rahmad akan segera dimakamkan di pemakaman kelurahan Sukadadi kecamatan Sukarami Palembang.

Jenazah Rahmad Bhayangkara (16) masih berada di instalasi forensik rumah sakit Bhayangkara, Sabtu (3/8/2019).

Saat ditemui di rumah sakit Bhayangkara, kakak tiri korban, Bronto Kusuma (38) mengatakan adiknya tersebut merupakan siswa kelas X di SMK Kejuruan Bhakti Ibu 3 kelurahan Sukodadi kecamatan Sukarami Palembang.

"Iya, dia baru masuk sekolah,"ujarnya.

Dikatakan Bronto, sebelum dinyatakan hilang, Rahmad sempat pamit pada ibunya untuk membeli sepeda motor bekas, pada senin (29/7/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Pamitnya beli motor bekas untuk praktek sekolah. Dia kan memang ambil sekolah kejuruan mesin,"ujarnya.

Sempat pula ibu Rahmad menghubungi anaknya itu sekitar pukul 20.00 WIB.

Namun, itu menjadi komunikasi dengan pemuda tersebut.

Pelajar SMK Rahmad Bhayangkara Tewas Secara Sadis, Mayatnya Dibuang di Sumur, Ini Status Terakhirnya

"Karena sudah, habis itu sudah tidak ada kabar lagi. Apa yang dibicarakan waktu kontak terakhir, saya kurang tahu. Tapi mungkin nanya dimana lokasinya. Kira-kira seperti itu,"ujarnya.

Keluarga menduga, Rahmad telah menjadi korban perampokan, pembunuhan dan disertai aksi begal.

"Karena bukan cuma nyawa Rahmad yang hilang. Motornya juga hilang. Sampai sekarang kami tidak tahu motornya dimana,"kata Bronto.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved