Suku Bunga Acuan Turun, Berharap Ekonomi Tumbuh Lebih Baik

Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia 25 basis poin yang ditetapkan akhir Juli lalu diharapkan bisa memicu ekspansi

Suku Bunga Acuan Turun, Berharap Ekonomi Tumbuh Lebih Baik
Tribun Sumsel/ Abriansyah Liberto
Gedung Bank Indonesia di Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Turunnya suku bunga acuan Bank Indonesia 25 basis poin yang ditetapkan akhir Juli lalu diharapkan bisa memicu ekspansi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kepala Perwakilan BI Sumatera Selatan kepada Yunita Resmi Sari mengatakan penurunan suku bunga acuan diharapakan bisa diikuti oleh bank untuk menurunkan suku bunga perbankan baik itu suku bunga pinjaman ataupun simpanan.

"Kalau suku bunga pinjaman turun akan semakin banyak masyarakat yang mengajukan pinjaman ke bank sehingga terciptalah ekspansi dan geliat ekonomi, kalau ekonomi tumbuh maka perekonomian nasional juga bisa terangkat," ujarnya, Kamis (1/8/2019).

Selain bunga simpanan, bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) juga dinilai perlu disesuaikan dengan turunnya suku bunga acuan meski kebijakan KPR bersifat jangka panjang namun penurunan suku bunga tetap bisa diterapkan khususnya bagi KPR rumah komersil.

Sementara itu dari segi simpanan suku bunga simpanan turun diprediksi tidak akan mempengaruhi masyarakat menyimpan dananya di bank karena terjamin keamanannya.

"Bank sudah dipercaya menjadi tempat menyimpan dana yang paling aman apalagi dijamin oleh Lembaga penjamin simpanan," imbuhnya.

Sebelumnya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juli 2019 memutuskan untuk menurunkan Bl 7-day Reverse Repo Rate
(BI7DRR) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 5 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

Kebijakan tersebut ditempuh sejalan dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi dan perlunya
mendorong momentum pertumbuhan ekonomi, di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun dan stabilitas eksternal yang terkendali.

Strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas di pasar uang dan memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif.

Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian.

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved