Pelaku Begal Payudara Bule Australia dan Belanda Ditangkap, Ini Alasannya Incar Turis Asing

Seorang oknum guru di Kota Yogyakarta berinisial SP (37) harus mempertanggung jawabkan perbuatan asusilanya di hadapan hukum. SP diduga telah dua kal

Editor: M. Syah Beni
(TribunJogja.com/Christi Mahatma Wardhani)
Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo (kiri) didampingi Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Sartono menunjukkan barang bukti yang digunakan SP saat melakukan perbuatan asusila di Polsek Mergangsan, Selasa (16/7/2019) (TribunJogja.com/Christi Mahatma Wardhani) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang oknum guru di Kota Yogyakarta berinisial SP (37) harus mempertanggung jawabkan perbuatan asusilanya di hadapan hukum.

SP diduga telah dua kali beraksi melakukan perbuatan asusila.

 

Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo (kiri) didampingi Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Sartono menunjukkan barang bukti yang digunakan SP saat melakukan perbuatan asusila di Polsek Mergangsan, Selasa (16/7/2019)
Kapolsek Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo (kiri) didampingi Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Sartono menunjukkan barang bukti yang digunakan SP saat melakukan perbuatan asusila di Polsek Mergangsan, Selasa (16/7/2019) (TribunJogja.com/Christi Mahatma Wardhani)

Aksinya yakni memegang payudara turis asing sambil mengendarai sepeda motor.

"Korbannya adalah turis dari Australia dan Belanda, yang memang sedang berlibur di Yogyakarta," katanya menambahkan.

Dia juga mengungkapkan hampir satu bulan jajarannya memburu SP.

Akhirnya berkat bantuan CCTV dan kerjasama dengan warga Prawirotaman, SP berhasil diamankan.

"Perbuatan pelaku memang sangat meresahkan, karena beberapa kali ada korban, dan turis asing,"

"Maka kami minta warga untuk mengawasi, kalau ada orang yang mencurigakan, atau yang mondar-mandir," sambungnya.

Untuk memastikan keamanan gang Batik, Prawirotaman I, jajaran Polsek Mergangsan meningkatkan patroli.

Pihaknya pun terus bekerjasama dengan masyarakat dan memasang CCTV.

SP mengaku cuma iseng

Sambil tertunduk dan berbalut masker, SP mengaku khilaf dan iseng.

Ia pun saat itu memang sedang melintas di daerah Prawirotaman.

"Cuma iseng, khilaf. Pas lewat Prawirotaman, orang asing biasanya cantik-cantik dan berbaju terbuka. Tetapi tidak ada unsur nafsu, cuma iseng," ujarnya.

Ayah satu anak itu pun merasa menyesal atas perbuatannya.

Ia tak menyangka perbuatannya berujung penjara.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved