Pilkada Serentak Sumsel 2020

Tentukan Calon di Pilkada Serentak Tahun 2020, Ini Mekanisme di PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menentukan calon di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, dengan sistem musyawarah

Tentukan Calon di Pilkada Serentak Tahun 2020, Ini Mekanisme di PKS
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Acara halal bi halal dan silaturahmi tokoh PKS Sumsel, Sabtu (6/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menentukan calon di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020, dengan sistem musyawarah.

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS HM Hidayat Nur Wahid menyampaikan hal tersebut saat acara halal bi halal dan silaturahmi tokoh PKS Sumsel, Sabtu (6/7/2019).

Hadir juga pada acara tersebut Ketua DPW PKS Sumsel M Toha, pengurus partai dan calon anggota DPRD dan DPR RI PKS di Palembang.

Menurut dia, dalam menghadapi pilkada itu secara fisik tentu bermusyawarah untuk tujuh pilkada di Sumsel pada tahun 2020 siapa yang akan dimajukan.

Kawanan Begal Sadis Tembak Pelajar di Rambang Kapak Tengah Prabumulih

"Kami di PKS mengenal sistem bermusyawarah dan tentunya kalau kabupaten dimusyawarahkan di tingkat kabupaten," katanya.

Sementara itu Ketua DPW PKS Sumsel M Toha menyatakan, dalam menghadapi tujuh pilkada di Sumatera Selatan prosesnya sekarang sudah ada tiga partai yang menghubungi untuk berpasangan dengan PKS.

Maka dari itu, lanjutnya akan dibicarakan pada konsolidasi PKS nanti.

Pada acara halal bi halal dan silaturahmi itu ia juga mengatakan, kalau perolehan kursi PKS di 17 kabupaten dan kota di Sumsel meningkat pada pemilu 2019 ini.

Tak Hanya Wanita, Deretan Aktor Pria Legend ini Sukses Mainkan Peran Antagonis

Pada pemilu sebelumnya dari 17 kabupaten dan kota ada tiga kabupaten yang tidak ada anggota dewan dari PKS, tapi pada pemilu 2019 ini PKS ada perwakilan di DPRD di 17 kabupaten dan kota di Sumsel.

Jadi, ada penambahan jumlah kursi dari 36 kursi DPRD kabupaten/kota sekarang menjadi 48 kursi sehingga ada peningkatan 12 kursi begitu juga provinsi, ujarnya.

Sementara untuk kursi DPR RI pada pemilu ini diperkirakan dapat dua kursi tapi setelah diputuskan ternyata hilang satu.

Persoalan ini dibawa ke Bawaslu dan MK. Kemudian meminta kabupaten membuka kotak suara dan menghitung ulang dan mencocokan ternyata data sesuai dengan C1 yang dipegang PKS.

"Berdoa kursi yang hilang kembali menjadi milik PKS sehingga kursi PKS akan tetap dua sebagaimana pemilu sebelumnya," pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved