Dipicu Perkara Tatapan Mata, 2 Pria Palembang Ini Dituntut 1 Tahun Penjara

Bermula dari rasa tidak senang saat ditegur karena melotot ke arah korbannya, Yahya Zulkhaidir dan Mulyansyah harus berurusan dengan hukum.

Dipicu Perkara Tatapan Mata, 2 Pria Palembang Ini Dituntut 1 Tahun Penjara
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
Terdakwa Yahya Zulkhaidir dan Mulyansyah saat menjalani persidangan di pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bermula dari rasa tidak senang saat ditegur karena melotot ke arah korbannya, Yahya Zulkhaidir dan Mulyansyah harus berurusan dengan hukum.

Keduanya terjerat kasus penganiyaan dan menjalani sidang di pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Rabu (3/7/2019).

"Bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pengeroyokan, maka terdakwa dituntut masing-masing 1 tahun penjara," kata  Jaksa Penuntut Umum Hery Fadlullah SH.

Setelah mendengar tuntutan jaksa, wajah kedua terdakwa langsung terlihat muram.

Di hadapan majelis hakim, mereka memohon agar mendapat keringanan dari tuntutan yang baru saja diterimanya.

"Saya minta maaf yang mulia, saya khilaf. Saya tidak mau mengulangi lagi. Saya punya keluarga yang harus diberi nafkah, maafkan saya," ujar terdakwa Yahya Zulkhaidir dengan suara lesu dihadapan majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah SH MH.

Sementara itu, berdasarkan dakwaan terungkap bahwa kedua terdakwa melaksanakan aksi pengeroyokan pada Minggu (7/4/ 2019) bertempat di Jalan Sematang Borang Komplek Sangkuriang Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang.

Bermula dari terdakwa Yahya Zulkhaidir yang rasa tidak senang saksi korban Tri Waluyo yang merasa dipelototi oleh terdakwa saat tanpa sengaja saling berlintasan di jalan.

Kemudian saksi korban menghentikan sepeda motornya dan menegur terdakwa sehingga terjadi pertengkaran

Selanjutnya terdakwa pulang kerumahnya untuk mengambil sebilah senjata tajam jenis pedang dan mencari saksi korban.

Saat di jalan komplek Sangkuriang terdakwa melihat saksi korban mengendarai sepeda motornya dan langsung mengejar sambil memegan sebilah senjata tajam dengan tangannya.

Kejadian itu terdakwa Mulyansyah dan langsung ikut mengejar saksi korban.

Dikarenakan merasa gugup dikejar, saksi korban terjatuh dari sepeda motornya. Kemudian aksi pengeroyokan oleh kedua terdakwa tak dapat dihindari.

Akibat perbuatan kedua terdakwa, saksi korban mengalami sejumlah luka
di tubuhnya.

Kini kedua terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menunggu putusan hakim yang akan dilaksanakan pada sidang pekan depan.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved