Heboh 2 Orang Asing Hipnotis Banyak Kasir Minimarket Paelmbang: Bukan Pakai Bahasa Inggris dan Arab
Indomaret kantor pos jalan merdeka kota Palembang menjadi korban hipnotis yang diduga dilakukan oleh dua orang WNA
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Indomaret kantor pos jalan merdeka kota Palembang menjadi korban hipnotis yang diduga dilakukan oleh dua orang diduga WNA yang kerap kali melakukan aksi kejahatannya di berbagai minimarket.
Saat diwawancarai Tribunsumsel.com, Aliyah Absah (23) salah seorang karyawan Indomaret tersebut menuturkan modus yang digunakan oleh dua terduga pelaku.
"Mereka tidak ada yang sentuh badan kami seperti tepuk pundak atau yang lain. Mereka cuma ngomong pakai bahasa asing. Terkadang bahasa Inggris, kadang juga seperti bahasa Arab, tapi ada juga bahasa asing yang kami tidak tahu dari daerah mana. Terdengarnya sangat asing di telinga," ujarnya Rabu (19/6/2019).
Selain itu, kata Aliyah kedua terduga pelaku tersebut juga sering menggunakan bahasa tubuh sebagai isyarat saat akan meminta sesuatu.
Dikarenakan mereka mengaku sebagai orang asing yang tidak bisa bahasa Indonesia.
"Tapi entah kenapa, kami langsung nurut waktu mereka minta uang. Seperti tidak sadar dan tidak terjadi apa-apa," ucapnya.
• Sampai Siang Ini Satu Fuso Terjeblos di Jembatan Pematang Panggang Jalintim Belum Dievakuasi
• Pengakuan Tersangka Curanmor di Palembang, Paling Lama Satu Menit Motor Bisa Dibawa Kabur
Kata Aliyah, kronologi hipnotis yang dialaminya terjadi pada Sabtu (15/6/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat itu dia sedang bertugas di kasir dan kemudian datanglah dua orang asing yang diduga sebagai pelaku hipnotis.
"Pertamanya dia masuk toko untuk jajan, beli satu minuman pakai uang Rp.50 ribu. Setelah itu bayar ke kasir dan kami transaksi seperti biasa,"ujarnya.
Setelah itu, Aliyah hendak keluar dari meja kasir karena menganggap transaksi telah selesai.
Namun salah seorang terduga pelaku menghalanginya dengan dalih ingin menukar uang.
"Dia ngeluarin uang Rp.50 ribu sebanyak dua lembar. Modusnya mau tukar uang, jadi saya langsung keluarkan uang Rp.100 ribu selembar,"ujarnya.
Namun terduga pelaku menolak uang yang diberikan Aliyah. Dengan menggunakan bahasa asing yang tidak dipahami dari negara mana, orang tersebut terus saja berusaha berbicara dengan Aliyah.
"Bahasa Inggris bukan, bahasa Arab juga bukan, tapi saya tetap mau kasih tukar uang ke dia. Orang itu langsung jawab '!No... No...' dan langsung pakai lagi bahasa asing yang saya sendiri tidak tahu itu dari daerah mana," ujarnya.
Saat itu Aliyah seperti orang kebingungan. Dia mengaku sudah tidak tahu lagi apa yang dilakukannya.