40 Hari Vera Oktaria Meninggal, Keluarga Mencoba Ikhlaskan, Tuntut Hukuman Berat Pada Prada DP
Keluarga Vera akan melaksanakan yasinan 40 hari Vera yang nantinya akan digelar dikediamannya.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Kharisma Tri Saputra
"DP sudah ditangkap, tapi motor dan handphone anak saya sampai sekarang tidak tahu dimana keberadaannya,"
"Saya sudah menanyakan kepada pihak yang berwajib tapi malah tidak ada jawaban," Jelas Tini.
Ia dan keluarganya menginginkan kalau motor beserta handphone Vera bisa dikembalikan.
"Kami semua mengharapkan motor dan handphone Vera dikembalikan supaya masih ada yang terkenang dari Vera, kami merasa sangat terpukul," Tutup Tini.
Kekejaman Prada DP Saat Eksekusi Vera Oktaria, Setelah Dimutilasi Berniat Bakar Jenazah
Setelah dibekap hingga akhirnya meninggal, mayat Vera Oktaria dimutilasi.
Prada DP sempat juga akan membakar hingga akhirnya ditinggalkan.
"Dalam kondisi jiwa yang kalut, ia meninggalkan hotel itu termasuk jenazah mayat Vera, pada sore hari ia pergi ke pasar dan menuju Lampung," terang Kapendam II/SWJ.
Selama diperjalanan, Prada DP sempat komunikasi dengan penumpang sebelah, bahwa ia ingin belajar agama.
Kemudian diarahkan ke Banten tepatnya di padepokan Monghiang.
"Sesampainya disana pukul 10:00, bertemu dengan pemilik padepokan yaitu haji Syari. Dia menyampaikan tidak tahu kalau yang bersangkutan adalah oknum yang dicari petugas Kodam II/SWJ," lanjutnya.
Sejak saat itu, sampai tertangkapnya Deri Pramana pada (13/6/2019), ia tinggal di padepokan Banten.
"Mulai tanggal 10 mei dia berada di padepokan, sampai kemarin yang bersangkutan ditangkap petugas Kodam II/Swj," tambahnya
Dalam mengungkap kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi ini, terdapat beberapa tim yang terlibat.
"Untuk mencari dan bekerjasama dengan keluarga Deri, termasuk orangtua Vera ditracking saudara Deri dengan bibinya, serta Denintel dan Kodam II/Swj dalam ungkap kasus pembunuhan Fera terus berupaya," jelasnya