Berita Palembang

2 Begal di Depan Punti Kayu Palembang Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Dua terdakwa kasus begal dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman 3 tahun penjara

2 Begal di Depan Punti Kayu Palembang Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
erdakwa Ariansyah dan dan Terdakwa Hendri yang ditahan karena atas kasus begal, menjalani persidangan di pengadilan negeri kelas 1 A kota Palembang, Rabu (12/6/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Dua terdakwa kasus begal dituntut jaksa penuntut umum (JPU) dengan hukuman 3 tahun penjara.

Terdakwa Ariansyah dan dan Terdakwa Hendri yang ditahan karena atas kasus begal, hanya tertunduk lesu saat mendengar tuntutan jaksa.

"Dengan ini kedua terdakwa dituntut 3 tahun penjara dikurangi selama masa tahanan," ujar JPU Rizki Handayani pada sidang di Pengadilan Negeri kelas 1 A kota Palembang, Rabu (12/6/2019).

Sesaat setelah tuntutan dibacakan, keduanya kompak mengajukan pembelaan secara tertulis yang akan dibacakan pada persidangan selanjutnya yang akan digelar pekan depan.

Kapolda Beri Waktu 14 Hari Tim Khusus Ungkap Kasus Perampokan di Mesuji Makmur dan Mutilasi Karoman

"Kami ajukan pembelaan tertulis pak,"ujar kedua terdakwa.

Dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa Ariansyah dan terdakwa Hendri melakukan kejahatannya secara beramai-ramai dengan rekannya yang lain.

Orang-orang tersebut yaitu David Chaniago Alias David Bin Hatta (berkas perkara terpisah), Kelvin Deo Pratama (Berkas Perkara terpisah), Detra (Dpo), Leo Adi Saputra (Dpo), Reza Purnama Alias Ejak (Dpo), Arbi Saputra (Dpo).

Mereka bersepakat melakukan begal atau pencurian yang didahului, disertai atau diikuti dengan kekerasan atau ancaman kekerasan.

Dengan mengendarai sepeda motor secara terpisah, mereka langsung menuju Jalan Kol H Barlian, tepatnya di depan punti kayu Kecamatan Sukarami Palembang.

Resah dengan SMS Pinjaman Dana, Permintaan Transfer, Meminta Pulsa Lapor ke OJK Nomor 1-500-655

Kemudian pada saat diperjalanan, mereka melihat saksi korban Hamzah Sya’ban sedang mengendarai sepeda motor matic dengan membonceng saksi Auria Devina Elizabeth dan saksi Kiki Putri Gracia.

Melihat keadaan sekitar sedang sepi, mereka lantas mencegat saksi korban dan langsung mengeluarkan pisau serta menendang sepeda motor milik saksi korban hingga terjatuh.

Dikarenakan ketakutan, kemudian para saksi korban langsung meninggalkan sepeda motor yang sebelumnya mereka kendarai.

Kemudian oleh para terdakwa, motor milik saksi korban mereka jual seharga Rp.2,5 juta di daerah Air Hitam Keban Sekayu Sumatera Selatan.

Tak Pernah Ikut Bimbel, Delbert Geraldine Jadi Juara Umum di SDK Frater Xaverius 2 Palembang

Selanjutnya para terdakwa membagi hasil penjualan motor milik saksi korban dan masing-masing memperoleh bagian sebesar Rp.250 ribu.

Akibat perbuatan para terdakwa, saksi korban Hamzah Sya’ban mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp.13 juta.

Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved