Berita Palembang

37 Siswa SONS Palembang Keracunan Makanan, 6 Orang Mendapat Perawatan Khusus

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sebanyak 33 siswa Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SNOS) dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bari, selasa (22/5/2019)

37 Siswa SONS Palembang Keracunan Makanan, 6 Orang Mendapat Perawatan Khusus
Tribun Sumsel/ Lusi Faradila
Siswa Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) Palembang menjadi korban keracunan makanan sedang menjalani perawatan di RS Bari Palembang, Rabu (22/3/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sebanyak 33 siswa Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SNOS) dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bari, selasa (22/5/2019).

Siswa tersebut diduga keracunan makanan saat berbuka puasa, Senin (21/5/2019).

Wakil Direktur Pelayanan Medis RS BARI Palembang, dr Ayu Astoni, membenarkan pihaknya menerima pasien dari siswa SONS dengan gejala muntah, mual dan lainnya.

"Iya benar total 33 siswa SONS yang dirawat di RS Bari sedangkan untuk 4 lainnya dirawat di RS Hermina," ungkapnya.

Dikatakannya, ada enam orang dirawat khusus.

Hal ini karena kondisinya lebih berat dibanding pasien lainnya.

Ibu dan 2 Anak Digembok dari Luar Oleh Satpam Perumahan di Palembang, Belum Bisa Bayar Angsuran

Sedangkan ada 4 orang yang diperbolehkan pulang.

"Selain empat orang yang sudah boleh kita pulang pulangkan, 29 lainnya sedang diobservasi di ruang IGD," ujarnya.

Untuk pasien yang dirawat saat ini kondisinya sudah dalam keadaan stabil meskipun beberapa anak suhu tubuhnya panas namun masih stabil.

"Beruntung pasien tidak ada yang dirawat intensif, melainkan dirawat inap biasa," bebernya.

Polda Sumsel Pastikan Sumsel Aman, Warga tak Perlu Khawatir Beraktivitas

Untuk gejala, yang dialami oleh para siswa ini diantaranya diare, BAB secara terus menerus serta muncul pula gejala mual, pusing, dan demam.

"Beberapa jam setelah diare, baru muncul muntah-muntah. Dari gejala tersebut kemudian pasien ini menduga keracunan akibat makanan yang mereka konsumsi," ujarnya.

Ketika ditanya soal penyebab keracunan, Dr. Ayu mengatakan pihaknya masih menyelidiki.

"Untuk penyebab pasti keracunan, BPOM telah menyerahkan sampel maknaan yang dikonsumsi," katanya.

Penulis: Lusi Faradila
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved