Mutilasi di Sungai Lilin
Update Mutilasi Vera Oktaria, Polda Sumsel Miliki 4 Alat Bukti, Pangdam Janji Beri Tindakan Tegas
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polda Sumsel masih tetap ikut dalam pengejaran pelaku pembunuhan disertai mutilasi Vera Oktaria
Penulis: M. Ardiansyah |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Polda Sumsel masih tetap ikut dalam pengejaran pelaku pembunuhan disertai mutilasi Vera Oktaria.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menuturkan, sebenarnya tugas kepolisian hanyalah menguak sebuah kasus agar bisa terungkap.
Dari Awalnya identitas korban tidak diketahui hingga diketahui identitas korban dan orang terakhir bersama korban.
"Untuk itu harus dilakukan pemeriksaan, siapa korban dan siapa yang bersama korban terakhir kali."
"Bisa diduga sangat kuat bila DP yang bersama korban terakhir kali berdasarkan saksi-saksi," ujarnya, Rabu (15/5/2019).
Terlepas dari itu, karena latar belakang diduga pelaku dari institusi lain, maka polisi terbatas untuk melakukan penyidikan.
• Otopsi dan Motif Mutilasi Vera Oktaria: Tak Ada Hubungan Badan, Vera Disiksa Hingga Meninggal Dunia
Sehingga, menurut Kapolda lebih baik ditanyakan ke Denpom atau instansi tempat dinas diduga pelaku.
Namun, Polda Sumsel tetap mengerahkan semua kemampuan yang ada untuk membantu membuat terang perkara ini.
Karena, untuk menentukan seseorang menjadi tersangka harus didukung minimal dua alat bukti dari lima berdasarkan undang-undang.
Pihaknya saat ini sudah bisa memberikan empat alat bukti terkait kasus tersebut antara lain keterangan saksi, keterangan ahli, bukti petunjuk misal pemeriksaan, sidik jari serta motor Honda Beat warna pink milik korban yang dibawa kabur pelaku.
"Berarti, hanya satu alat bukti lagi yakni keterangan pelaku. Bila tertangkap, tinggal mengambil keterangan pelaku. Bila pelaku tertangkap, kewenangan kembali ke Denpom untuk penyidikan," pungkasnya.
• Vera Oktaria Diduga Minta Putus dari Prada DP yang Membuat Sang Pacar Menganiaya Lalu Memutilasinya
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan ketika ditemui seusai menghadiri paripurna di DPRD Sumsel, Rabu (15/5/2019) mengatakan, TNI bergabung dengan polisi masih mencari terduga oknum DP.
"Kami tutup semua jalur pelarian untuk mempersempit ruang geraknya," ujar Irwan.
Oknum DP diketahui masih menjalani pendidikan kejuruan infantri dan diketahui memang sudah melarikan diri dan keluar tanpa izin dari diklat.
• Cerita Vera Oktaria Semasa Hidup, Rajin Puasa Senin-Kamis dan Tak Pernah Tinggal Sholat 5 Waktu
Jenderal bintang dua ini menegaskan, bila nanti sudah tertangkap dan terbukti melakukan pembunuhan disertai mutilasi maka tindakan tegas pastinya akan dilakukan.
"Kalau terbukti akan kami cabut. Doakan saja, mudah-mudahan target secepatnya dapat tertangkap. Bila sudah tertangkap, pasti akan kami ungkap dilakukan press rilis," pungkasnya.