Mutilasi di Sungai Lilin

Update Berita Vera Oktaria Dimutilasi, Para Tetangga Syok Anak Sebaik Vera Meninggal Tak Wajar

Keluarga almarhumah Vera Oktaria menggelar yasinan di rumah duka, di lorong Taman Bacaan, Tangga Takat, Palembang, Sabtu (11/5).

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Prawira Maulana
WINANDO
Tahlilan di kediaman almarhumah Vera Oktaria. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Keluarga almarhumah Vera Oktaria menggelar yasinan tahlilan di rumah duka, di lorong Taman Bacaan, Tangga Takat, Palembang, Sabtu (11/5).

Yasinan ini rencananya digelar selama seminggu ke depan.

Isak tangis masih terlihat sampai malam hari ini di rumah duka, dan masih banyak tetangga korban yang tidak menyangka Vera gadis pendiam itu menghembuskan nafas terakhir dengan cara tidak wajar.

Menurut penuturan para tamu yang hadir dalam Yasinan malam itu, dengan kejadian ini warga juga sangat terpukul dengan kematian Vera yang selama ini dikenal sangat baik masyarakat.

"Sebagai tetangga saya dan keluarga tidak menyangka anak sebaik Vera bisa meninggal dengan cara dimutilasi, kami hanya bisa mendokannya agar diterima disisi Allah Swt," kata Adin salah satu warga yang menghadiri yasinan.

Setelah sholat tarawih banyak warga yang datang sengaja mendoakan Vera, dan mencoba menenangkan keluarga agar lebih ikhlas lagi.

"Sejak tadi pagi saya telah ikut dalam memakamkan korban, dan juga sampai malam hari ini masih juga banyak yang menyampaikan bela sungkawa," ucap Adin.

"Pihak warga telah memafkan segala kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja oleh almarhumah selama hidup, agar dia diterima di sisi Allah Swt," ujar Adin.

Prada DP diduga kuat sebagai pelaku pembunuh dan pemutilasi Vera Oktaria kasir Indomaret Palembang.

Prada DP yang merupakan anggota TNI ini adalah kekasih dari Vera Oktaria. Prada DP kini menghilang tak jelas kabarnya.

Padahal harusnya saat ini Prada DP tengah menjalani pendidikan di Dikjur Tamtama Infanteri Ridam II/SWJ Baturaja.

Ia menghilang berbarengan dengan hilangnya Vera Oktaria.

"Sekitar berapa hari yang lalu dapat info dari Baturaja bahwa, anak saya menghilang (Disersi), lalu saya berangkat ke sana," jelas Syamsuri ayah Prada DP, sabtu (11/5/2019) malam.

Ia juga menjelaskan selama tiga hari tiga malam, memasuki hutan untuk mencari anaknya.

"Mulai berangkat kesano malam puaso pertama (6 Mei), tiga hari tiga malam aku ikut nyari, keluar masuk hutan, tapi idak ditemukan," tegasnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved