Mutilasi di Sungai Lilin

Sosok Vera Korban Mutilasi, Berpisah dari Ayahnya Sejak Usia 2 Tahun, Kerja Supaya Tidak Jadi Beban

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Vera Oktarina (20 tahun), Kasir Indomaret di Palembang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi

Penulis: Winando Davinchi |
Istimewa
Vera Oktarina (20 tahun), Kasir Indomaret di Palembang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Vera Oktarina (20 tahun), Kasir Indomaret di Palembang menjadi korban pembunuhan disertai mutilasi.

Domro, ayah Vera sempat pingsan ketika diberitahu soal kematian anaknya dengan cara dimutilasi.

Domro bekerja di Malaysia sebagai Satpam di sebuah satu perusahaan.

Walau telah diberitahu anaknya meninggal, Domro ayah Vera tidak bisa pulang ke indonesia terkendala karena jarak dan ijin libur bekerja.

"Ayah Vera langsung saya beritahu melalui telepon sebelum Vera dikebumikan, dan sempat pingsan tidak menyangka anak yang dia sayangi telah tiada,"

"Tetapi Domro tidak bisa melihat anaknya untuk terakhir kalinya dikarenakan ijin kerja dari perusahaan tidak didapatkan, juga jarak yang sangat jauh," ucap Tini Suhrtini, Ibu Vera.

Orangtua Prada DP Minta Sang Anak Pulang, Yakin Bukan Pelaku Mutilasi Vera Oktaria di Sungai Lilin

Vera selama ini hidup dengan Ibu dan kakaknya karena ayahnya telah berpisah sejak Vera usia 2 tahun.

"Vera yang dari kecil tidak lagi hidup berdampingan dengan ayahnya, terakhir ketemu juga kurang lebih sepuluh tahun yang lalu karena memang selama ini tidak pernah pulang ke indonesia," kata Tini.

Vera satu-satunya anak yang paling dekat dengan ayahnya dibandingkan dengan tiga kakak lainnya.

"Selama ini Vera memang sering berkomunikasi dengan ayahnya di Malaysia, dan juga setiap mau apapun masih terus meminta uang kepada ayahnya,"

"Sampai waktu masih kuliah kemaren ayahnya lah yang membiayainya, karena sangat sayang Domro kepada Vera," jelas Tini.

Ia menambahkan, sebelum memutuskan untuk bekerja sebagai kasir minimarket Vera sempat mengenyam bangku kuliah di bengkulu jurusan keperawatan.

"Sebenarnya dia sendiri yang memutuskan untuk bekerja, menurutnya agar tidak membebani orang tua yang memang bukan orang yang berkecukupan," tutupnya.

Breaking News: Kodam II Sriwijaya Bentuk Tim Cari Prada DP, Diduga Terlibat Mutilasi Vera Oktaria

Tahlilan Seminggu

Keluarga korban mutilasi Vera Oktarina menggelar pengajian untuk mendoakan almarhumah, Sabtu (11/5/2019) malam.

Pengajian ini akan dilakukan selama satu minggu

Pantauan di lokasi terlihat banyak sanak saudara dan tetangga datang untuk mendo'akan Vera

Warga yang datang mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban.

Isak tangis masih terlihat jelas di rumah korban

"Kami dari pihak keluarga mengadakan tahlilan selama 7 hari sehabis sholat tarawih," kata Tini Suhartini ibu Fera.

Pihak orangtua Vera juga memohon supaya pihak yang pernah mengenal semasa hidup Vera untuk mengikhlaskan serta memaafkan segala kesalahannya selama ini.

"Bagi semua teman Vera Oktaria mohon ampuni segala kesalahan yang di sengaja maupun tidak disengaja oleh almarhumah selama hidup, agar dia diterima disisi Allah Swt," ujar Tini.

Orang tua pelaku masih sangat terpukul dengan meninggalnya Vera dengan cara dimutilasi, ibu korban berharap pelaku bisa dihukum setimpal.

Vera Oktaria Dimutilasi di Sungai Lilin, Tersangka Menguat Pada Sang Pacar Prada DP, Ini Buktinya

"Ibu pelaku berharap petugas kepolisian bisa segera menangkap pelaku dan menghukumnya dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup," ungkap Tini.

Setelah mengetahui Vera meninggal dengan cara dimutilasi, Kakak kandungnya syok dan tidak menyangka dengan kematian adiknya.

"Saat lagi ditempat kerja, saya dikabari pihak keluarga atas meninggal adik dan langsung saja meminta ijin kerja, saya sangat terkejut dan menangis mendengar berita duka ini," ujar Deni kakak kandung Vera.

Menurut dia Vera adalah sosok yang tertutup dengan keluarga dan juga mudah tersinggung.

"Sebelum kejadian ini tepatnya saat pemilu dia hanya sedikit bercerita bahwa pacarnya telah menjadi anggota TNI, tanpa bercerita bahwa terduga adalah sosok yang temperamental," ujar Deni.

Ia mengatakan, bapak Vera yang saat ini sedang merantau ke Malaysia telah dikabari dan sangat terpukul atas kepergian anak kandungnya.

Sering Bertengkar

Fakta-fakta baru kasus mutilasi kasir Indomaret Vera Oktavia mulai bermunculan.

Vera Oktavia diduga dibunuh pacarnya sendiri berinisial DP

DP ini menurut orangtuanya tengah mengikuti pendidikan lanjutan TNI di Baturaja

Suhartini, ibu korban menjelaskan bahwa Vera tidak diizinkan oleh kekasihnya untuk bekerja.

Vera malah dianjurkan untuk berdiam di rumah

"Anak aku pernah ngomong, kalo pacarnyo dak nyuruh dio begawe malah disuruhnyo mendap (tinggal) di rumah," jelasnya, Sabtu (11/5/2019)

"Tapi lemak nyuruh mendap, kalo dikasihnyo duit ini malahan idak," lanjutnya

Diketahui Vera baru membeli motor sekitar satu bulan

"Semenjak dia bekerja inilah, bisa beli motor beat itu," terangnya

Sama halnya dengan Mansar, ia menjelaskan bahwa motor milik korban telah diamankan di Sungai Lilin

"Kemaren kan ngeredit motornyo samo aku, merk nyo Honda Beat, warnanyo merah, sekarang motornyo sudah diamankan," jelasnya

Diketahui sebelumnya dari sahabat korban, Riska menjelaskan bahwa sepasang kekasih ini telah menjalin hubungan sejak masih SMP.

Fakta Baru Kasus Perempuan Dimutilasi, Ibu Vera Oktavia Ungkap Kelakuan DP Pacar Anaknya, Cemburuan

Ternyata para tetangga pernah melihat keributan antara Vera Oktaria dan pacarnya, DP.

Seperti diberitakan sebelumnya, DP diduga kuat adalah terduga yang berhubungan dengan kematian Vera Oktaria.

Penganiayaan terhadap Vera Oktaria (20) yang dilakukan oleh sang kekasih, DP pernah disaksikan langsung oleh tetangganya sendiri.

Yuminah, tetangga Vera mengaku pernah melihat korban dan kekasihnya saling bertengkar satu sama lain.

"Mereka pernah bertengkar, di sini di dekat kursi rumah ini. Saling tarik-tarikan (jambak) rambut. Pas saya datang, tangan pacarnya Vera saya lihat sudah kena gigit," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Sabtu (11/5/2019).

Yuminah mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar satu tahun lalu. Melihat kedua anak muda itu bertengkar, dia lantas memberikan nasihat pada mereka.

"Saya bilang jangan seperti itu. Apalagi kalian baru pacaran, masak sudah saling main tangan," ujar dia.

Dari awal Yuminah sudah melihat gelagat tidak baik dari DP. Dia menilai kekasih Vera tersebut merupakan pribadi yang kasar.

"Saya bilang kamu itu harus banyak istighfar, harus bisa kendalikan emosi. Saya bilang langsung ke dia," katanya.

Lanjutnya, Vera juga sering bercerita bahwa dia sering merasa takut pada pacarnya.

"Vera itu sering diancam, jadi anak itu takut," jelasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved