Hasil Hitung Suara Caleg

Caleg DPR RI Maphilinda Kalah, Nasdem Siap Tempuh Langkah Hukum Dugaan Penggelembungan Suara

Partai Nasdem Sumsel akan menempuh jalur hukum dan meminta Bawaslu Sumsel memproses tindak pidana yang diduga dilakukan penyelenggara pemilu

Caleg DPR RI Maphilinda Kalah, Nasdem Siap Tempuh Langkah Hukum Dugaan Penggelembungan Suara
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Saksi Partai Nasdem Sumsel Gress Selly didampingi saksi lainnya Tito Kalduci dan sekretatis DPW Nasdem Sumsel Hamzah Syahban memberikan keterangan pers, Minggu (12/5/2019) malam 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Partai Nasdem Sumsel akan menempuh jalur hukum dan meminta Bawaslu Sumsel memproses tindak pidana yang diduga dilakukan penyelenggara pemilu, mulai dari tingkat PPK, KPU Kabupaten Muratara dan KPU Provinsi Sumsel.

Rencana ke jalur hukum diambil karena ada dugaan penggelembungan suara pada proses rekapitulasi perolehan suara tingkat DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumsel 1.

Menurut saksi partai Nasdem Sumsel Gress Selly, ada dugaan penggelembungan suara yang dilakukan caleg internal partai Nasdem nomor urut 8 Fauzi Amroh di 5 Kecamatan di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Nasdem Raih 6 Kursi DPRD Sumsel, Semua Wajah Baru Ini Nama Calegnya 

Dugaan penggelembungan suara itu menyebabkan caleg Nasdem nomor urut 1 Maphilinda Syahrial Oesman kalah.

Lima kecamatan di Muratara itu, yakni Karang Jaya, Rawas Ulu, Rupit, Karang Dapo, dan Ulu Rawas.

"Berdasarkan keterangan saksi di Mura, Muratara, dan Lubuklinggau ada temuan dugaan kecurangan sistematis di beberapa Kecamatan."

"Di mana ada 2 versi DA1, antara hasil pleno sesuai PPK dan kemudian DA1 kwk pasca pleno PPK," kata Gress didampingi saksi lainnya Tito Kalduci dan Sekretaris DPW Nasdem Sumsel Hamzah Syahban, Minggu (12/5/2019) malam.

Diterangkannya, dugaan penggelembungan suara itu hanya terjadi pada suara legislatif DPR RI di partai Nasdem.

Mahpilinda tidak mengalami perubahan sebanyak 168 suara, namun nomor urut 8 Fauzi Amroh dari 3.600 suara menjadi 6.309 suara.

"Kita lihat, hal ini dilakukan perubahan sengaja untuk menguntungkan caleg nomor urut 8, dan ini sangat kita sesalkann," ucapnya.

Halaman
123
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved