Pasokan Gas Elpiji di Dua Kecamatan Kabupaten PALI Tidak Stabil, 2 Minggu Agen Gas Kosong
Pasokan Gas untuk wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) tidak stabil
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Pasokan Gas untuk wilayah Kecamatan Penukal dan Kecamatan Abab Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) tidak stabil untuk beberapa bulan terakhir, Kamis (9/5/2019).
Pasokan gas elpiji 3 Kg ini normalnya masuk ke agen 2 hari sekali, namun menjelang Bulan Puasa 1440 H Tahun 2019 ini, tabung gas di agen terminal kosong bahkan hampir 2 minggu.
"Biasanya saya beli gas untuk dijual lagi itu 2 hari sekali dan sekarang sudah dua minggu gas di agen Desa Purun Kecamatan Panukal kosong," ungkap Raymondo seorang pedagang Gas Elpiji, Kamis.
Menurut dia, kelangkaan gas elpiji 3 kg di kecamatan Penukal dan Abab ini memang kerap sering terjadi.
Untuk itu kata dia biasanya dirinya membeki 10 tabung gas untuk stok di toko dengan membeli 2 hari sekali tabung gas di agen.
Pusat agen gas elpiji di dua Kecamatan Panukal dan Abab memiliki 3 terminal agen, salah satunya ialah Desa Purun dan Babat.
"Biasanya kalau normal ada sampai 500 tabung gas elpiji 3kg di agen karena tidak pernah sampai kosong dan sekarang sudah mulai susah," jelasnya.
Meski begitu, kelangkaan tersebut tidak terjadi di Ibukota PALI wilayah Pendopo Kecamatan Talang Ubi.
Dimana, gas Elpiji 3 Kg di Kecamatan Talang Ubi masih aman terkendali, lantaran masih banyak penjual gas eceran di terminal hingga tempat pengepul.
Dinda seorang ibu rumah tangga di Talang Ubi mengatakan, untuk harga gas masih terbilang normal di agen gas 3 kg Rp 20 Ribu per tabung, sedangkan di eceran Rp 23 ribu per tabung.
"Biasanya kalau lagi langka Gas elpiji 3kg ini harganya bisa mencapai Rp 25-30 ribu pertabung," jelas dia.(cr2)