Berita Muba

Peringatan Hari Kartini di Muba, Thia Yufada Ingatkan Jangan Beli Gambo Muba Palsu

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muba menggelar Puncak Peringatan Hari Kartini ke-140 di Opp room Pemkab Muba

Sripo/ Fajeri
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muba menggelar Puncak Peringatan Hari Kartini ke-140 di Opp room Pemkab Muba, Kamis (25/4/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muba menggelar Puncak Peringatan Hari Kartini ke-140 di Opp room Pemkab Muba, Kamis (25/4/2019).

Ketua TP PKK Muba Thia Yufada Dodi Reza mengatakan, Kartini masa kini adalah sosok perempuan yang siap berperan ganda.

Selain menjadi ibu bagi anak-anaknya juga harus mampu berkarya dan menjadi inspirasi bagi masyarakat di era milenium.

"Peran kartini merupakan refleksi kasih ibu, di semua lini dan menjadi power penggerak yang terus menginspirasi,"

"Untuk itu kartini di masa kini dituntut untuk bisa tampil mandiri, dinamis, kreatif, penuh inisiatif dan profesional dalam mengambil perannya di sektor publik,"ungkapnya.

Istri Bupati Muba yang juga Ketua Dekranasda Kabupaten Muba pada acara itu juga melaunching Gambo Muba Online.

Dimana pemasaran produk gambo muba bisa juga diperjualbelikan via online/medsos.

"Kita harus bangga menggunakan produk Gambo Muba ini karena selaras dengan isu Internasional."

"Eco Fashion sekarang ini sudah sangat penting dilakukan, karena berdasarkan hasil penelitian lebih dari 60 persen limbah kimia berasal dari tekstil,"ujarnya.

Thia juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Muba tidak membeli Gambo Muba yang palsu.

Harus disadari selain mengangkat nama daerah dengan menggunakan gambo muba, tapi juga mendukung pemberdayaan masyarakat dan sekaligus menjawab isu lingkungan.

"Dengan begitu kita dapat memberi kontribusi positif bagi perekonomian desa dan lingkungan,"tutupnya.

Sementara Bupati Dodi Reza Alex Noerdin yang hadir mengatakan, perempuan masa kini merupakan agen perubahan dan pembangunan.

"Kartini di era revolusi industri 4.0 disebut kartini millenial di abad ke 21 ini, saya kira kita tidak cukup lagi bicara tentang emansipasi dan keikutsertaan wanita dalam berkontribusi."

"Sekarang tidak cukup lagi emansipasi wanita, namun bagaimana wanita bisa menjadi agen perubahan dan ujung tombak pembangunan," kata Dodi, disela puncak peringatan hari kartini.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved