Berita Muba

Edaran Bupati Muba : ASN dan Warga Berpenghasilan Lebih dari Rp 1,5 Juta Dilarang Pakai LPG 3 Kg

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Bupati Musi Banyuasin (Muba) mengeluarkan surat edaran tentang harga eceran tertinggi (HET) beras dan gas LPG 3 kg

Edaran Bupati Muba : ASN dan Warga Berpenghasilan Lebih dari Rp 1,5 Juta Dilarang Pakai LPG 3 Kg
TRIBUNSUMSEL.COM/ANDI AGUS TRIYONO
Ilustrasi LPG 3 kg. Bupati Musi Banyuasin (Muba) mengeluarkan surat edaran tentang harga eceran tertinggi (HET) beras dan gas LPG 3 kg.

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Bupati Musi Banyuasin (Muba) mengeluarkan surat edaran tentang harga eceran tertinggi (HET) beras dan gas LPG 3 kg.

Pemkab Muba melarang seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menggunakan gas LPG 3 Kg.

Begitu juga rumah tangga berpenghasilan lebih dari Rp 1,5 juta dilarang menggunakan LPG 3 Kg.

"Ya, kita telah membuat regulasi dan ditanda tangani oleh Bupati Muba terkait penggunaan gas elpiji 3 kg dan penjualan beras harus sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET)."

"Edaran tersebut tertuang dengan Nomor : 900/089/Dagperind/2019 tentang Imbauan HET beras dan Pemakaian Gas Elpiji 3 kilogram (kg),"kata Kepala Disperindag Muba, Zainal Arifin, Kamis (16/5/19).

Muara Enim Masuk 10 Besar Perencanaan dan Pencapaian Daerah (PPD) Nasional, No 1 di Sumsel

Dijelaskan Zainal, tujuannya dikeluarkannya edaran tersebut dalam upaya mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan serta meningkatkan akses masyarakat miskin terhadap layanan barang pokok dan penting.

Serta dapat mewujudkan pendistribusian dan ketersediaan Gas elpiji 3 kg yang lebih kondusif, harga yang wajar, mudah diperoleh dan tepat sasaran.

Isi 4 Poin dalam Surat Edaran :

  1. Seluruh toko maupun agen dan pengecer beras dan elpiji untuk menjual sesuai peraturan penetapan HET.
  2. Seluruh ASN dilingkungan Pemkab untuk tidak menggunakan gas elpiji subsidi.
  3. Rumah tangga dengan penghasilan lebih dari Rp 1,5 juta perbulan harus menggunakan elpiji 5,5 kilogram (non subsidi), dan
  4. Pelaku usaha Industri Hotel dan Restoran serta usaha Mikro untuk tidak menggunakan gas elpiji 3 kg,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya mengimbau kepada sejumlah agen dan pangkalan gas untuk menjual gas elpiji sesuai HET.

Sedangkan untuk toko kelontong atau manisan harus menjual gas elpiji 3 kg sesuai dengan ketentuan jasa angkat dan angkut.

"Toko-toko kecil jangan menaikan harga gas elpiji harus sesuai. Kita juga telah menerjunkan tim untuk memantau harga gas elpiji, jika menyalahi tentunya aka diberikan teguran agar menjual sesuai HET,"jelasnya. (SP/Fajeri)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved