Berita Lubuklinggau
PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau Berbenah, Akan Putus 4.000 Pelanggan Menunggak
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap mengambil tindakan tegas berupa pemutusan sambungan kepada pelanggan
Penulis: Eko Hepronis |
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap mengambil tindakan tegas berupa pemutusan sambungan kepada pelanggan rumah tangga yang tidak taat bayar tagihan alias menunggak.
Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe mengatakan, merapikan pelanggan PDAM tersebut bertujuan supaya proses distribusi air bersih ke masyarakat berjalan normal.
"Yang akan kita rapikan ini pelanggan-pelanggan yang menunggak bertahun-tahun dan pelanggan yang tidak menggunakan meteran alias maling-maling," kata Nanan sapaan akrabnya pada wartawan, Kamis (18/4/2019).
• Hanura Berpotensi Tidak Lolos PT, Hendri Zainuddin Ungkap Kesedihan : Saya Menang Rasa Kalah
• Tak Dapat Satu Suarapun di TPS, Timses Caleg di Lubuklinggau Marah-marah Sampai Kapolres Datang
Nanan menyebutkan, awalnya jumlah pelanggan PDAM Tirta Bukit Sulap hanya 9.000 lalu meningkat menjadi 14.000.
Seiring berkembangnya Kota Lubuklinggau, jumlah pelanggan kini menjadi 18.000.
"Namun dari 18.000 pelanggan ini yang aktif dari wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur sampai Kecamatan Lubuklinggau Barat hanya 14.000, sementara 4.000 tidak aktif," sebut Nanan.
Nanan menegaskan, proses merapikan pelanggan PDAM tersebut akan dilakukan mulai saat ini sampai pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Lubuklinggau yang akan jatuh pada bulan Oktober 2019 mendatang.
• 4 Artis Indonesia Ini Justru Bangga Dengan Kondisi Fisiknya, Meski Kerap Dihujat dengan Sadis
• Liverpool Rilis Jersey Baru Untuk Musim 2019/ 2020, Sedikit Ada Perubahan Meski Merah Mendominasi
"Karena kita ingin pada saat ulang tahun kota. PDAM bisa menunjukkan wajah barunya. Wajah baru ini nanti akan dibarengi dengan manajemen, distribusi yang bagus," terang Nanan.
Menuju pembenahan itu, saat ini pihaknya sudah selesai mlelakukan pembangunan reservoir, pembenahan pompa, dan sekarang tengah pengadaan dua pompa baru untuk menambah dua pompa yang ada.
"Lalu suplai air dari sungai ke pompa dan pengadaan mobil tangki, mobil operasional dan ketiga operasional intake baru yang ada di wilayah Kelurahan Batu Urip," terangnya.
Setelah semuanya telah ada, baru kemudian dilakukan pembenahan sumber airnya.
Karena sumber air yang ada saat ini hanya cukup untuk wilayah tengah kota saja, sementara untuk daerah lainnya belum mencukupi.
"Baru kemudian terakhir kita akan lakukan pembenahan pipanisasi. Pipa-pipa yang lama sudah bolong-bolong akan diganti dengan yang baru, apabila ini sudah lengkap maka distribusi baru akan lancar," ujarnya.