Berita Palembang
Diduga Depresi Sakit Jantung, Seorang Pria di Palembang Gantung Diri
Warga perumahan Griya Duta Mas Cluster Cenda, di Jalan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang dikagetkan oleh penemuan seorang pria gantung diri
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Warga perumahan Griya Duta Mas Cluster Cenda, di Jalan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang dikagetkan oleh penemuan seorang pria gantung diri, Rabu (17/4/2019) siang.
Lely, saksi mata yang menemukan korban sekaligus Security perumahan menjelaskan, pria gantung diri itu bernama Edy.
Edy berusia 55 tahun diduga gantung diri karena depresi sakit jantung.
Dugaan itu muncul ketika Lely mendengar pesan korban kepada anaknya.
"Tadi aku denger, bapaknyo tuh pernah ngomong samo anaknyo, "nak bapak sudah capek, terus uji anaknyo, tahan pak kita obatin. Cak itu uji anaknyo tadi," tutur Lely.
• Hasil Quick Count Tiap Provinsi, Jokowi Unggul di Jawa-Bali-Papua, Prabowo di Sumatera-Sulawesi
• TPS Unik : Warga Menahan Geli Lihat Panitia Berjenggot dan Berkumis Pakai Seragam SD
Lely menceritakan kronologi penemuan korban gantung diri itu saat ia selesai makan siang.
Waktu itu Lely temui oleh seorang ibu yang meminta nomor handphone anaknya.
"Nah ibu itu bawa susu habis dari warung tapi posisinyo gelisah, katonyo dio nak masuk rumah tapi dikunci dari dalam, di rumah itu ado suaminyo yang lagi sakit," lanjutnya
Sementara itu, Lely berupaya membantu ibu tersebut untuk masuk ke dalam rumah dengan mencongkel jendela
"Terus nyari linggis, sebelumnyo aku izin dulu samo ibu itu buat congkel jendela,"
Naas saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal gantung diri.
"Ketika didalam aku periksa berapa ruangan tapi tidak ada, pas aku lihat posisi lakinya susah gantung diri, posisi leher diikat dengan tali tas laptop," ucapnya.
Mengetahui hal tersebut, kemudian Lely membuka pintu rumah.
• Bridal Shower Menjelang Pernikahan, Irish Bella Bocorkan Isi Obrolan dengan Para Sahabatnya
• Hasil Suara Caleg : Maphilinda Caleg DPR RI Dapil Sumsel 1 Unggul di TPS 006 Komplek Pakri
Setelah melihat suaminya sudah meninggal, si ibu tadi menangis histeris.
"Baru aku buka pintu, lalu ibu itu nangis histeris, terus aku ngomong dak usah dipegang buk biarlah polisi yang meriksanyo, dak lamo habis kejadian polisi datang, sekitar setengah 4 anaknyo jugo datang,"