Terapis Cantik Tempat SPA Dibunuh di Manado, Fakta-fakta Pengakuan Hendrik Usai Membunuh
Dewi Yuwaningsih (27) seorang perempuan cantik yang bekerja sebagai terapis tempat SPA di Kabupaten Kepulauan Talaud,
Sanak saudara dan keluarga langsung mendatangi ruang pemulasaran RS Bhayangkara Karombasan, pada Rabu (03/04/2019) siang
Mereka berkumpul di depan ruang pemulasaran RS Bhayangkara.
"Kasihan kakak, kenapa cepat sekali kamu meninggalkan saya," kata adik perempuan korban.
Adik korban menceritakan bahwa kakaknya pernah kuliah di Universitas Negeri Manado. Namun, akhirnya berhenti dan bekerja di Manado.
"Kakak tinggal di kosan di Tingkulu belum lama ini dan saya tinggal di Tateli. Saya hanya tahu kakak kerja di Manado," ungkapnya.
Dia mengaku mendapat berita duka ini dari saudaranya.
"Saya dan tante saya langsung datang di rumah sakit dan melihat kondisi kakak saya yang sudah tidak bernyawa," tambahnya.
Minta Proses Hukum
Diltje Munde (53), bibi korban, mengatakan pihak keluarga syok saat mendengar kabar meninggalnya Dewi.
Perempuan setengah abad ini mengaku tak mengetahui persoalan yang terjadi antara korban dengan tersangka.
"Saat menerima telepon dari keluarga di Tondano, kami sangat terkejut," ungkapnya.
Diltje menyatakan bahwa pihak keluarga telah memaafkan pelaku.
Namun, katanya, hal ini tidak berarti proses hukum berhenti. Proses perkara, katanya, harus tetap berjalan.
Menurut Diltje tersangka Hendrik memberitahukan alamat adik korban ke polisi untuk mengabarkan kematian korban.
Jenazah korban, kata Diltje, akan dinaikkan kapal laut ke Talaud pada Jumat (5/4/2019).
Sementara kedua orangtua korban saat berita ini diturunkan, tengah dalam perjalanan dari Talaud ke Manado.