Video

Video : Kronologi Perampokan 10 Keping Emas & 1,7 Kg Perhiasan di Palembang

saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, saat kejadian korban langsung dihentikan oleh sebuah sepeda motor yang dinaiki dua orang pria.

Tayang:

"Wah, sampai guling-guling ke jalan orang itu (korban). Kelihatan sekali usahanya biar tas itu tidak dibawa pelaku."

"Tapi karena sudah kena luka bacok, ya ujung-ujungnya kalah sama pelaku,"ucap Dian seolah memperagakan aksi tarik menarik antara pelaku dan korban.

Dian menduga, sejak awal korban sudah dibuntuti oleh pelaku.

"Ya karena waktu pelaku pertama kesulitan merampas tas korban, tiba-tiba langsung muncul pelaku yang lain. Itukan mencurigakan dan pastinya sudah dibuntuti dari awal,"ujarnya.

Keempat pelaku berhasil membawa kabur tas milik korban yang berisikan, 10 keping logam mulia dan perhiasan seberat 1.7 kg.

"Kerugian korban ditaksir sekitar Rp 1.6 miliar," ujar Kapolsek IT 1 Kompol Edi Rahmat.

Pasangan suami istri (pasutri) pemilik toko emas dirampok tepat di simpang tiga Jalan Semeru Kelurahan 17 Ilir Lapangan Hatta Palembang, Rabu (3/4/2019),

Tukang becak motor Ridwan (55 tahun), ternyata tak hanya tinggal diam ketika melihat penumpangnya dirampok, Rabu (3/4/2019).

Ia berupaya menolong Djulijono dan istrinya Kevy, ketika dua pelaku berupaya merebut tas milik korban yang berisikan logam mulia serta perhiasan.

"Aku memang mangkal di sekitar situ, pagi mereka minta antar. Saat di simpang tiga, sempat berhenti karena macet."

"Tiba-tiba datang dua pelaku yang langsung merebut tas korban," ujarnya saat ditemui di Polsek IT 1 Palembang.

Melihat dua pelaku yang berupaya merebut tas milik Djulijono, Ridwan mengambil balok kayu.

Salah seorang pelaku dipukulnya menggunakan balok kayu tersebut.

Namun, tiba-tiba datang dua pelaku lagi menggunakan motor dari belakang langsung menabraknya.

Ia sempat terjatuh dan berupaya bangkit untuk kembali menolong kedua korban.

"Satu pelaku sempat mengancam. "Aku tembak kau", makanya aku mundur karena aku takut kena tembak," ceritanya.

Akan tetapi, Ridwan mengungkapkan ia sama sekali tidak melihat pistol pelaku.

Kemungkinan, pelaku menggertaknya saat ia memuji salah seorang pelaku menggunakan balok kayu.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved