Breaking News:

Kurang dari 48 Jam Semua Pembunuh Melinda Zidemi Ditangkap, Air Liur Tersangka Sudah Diambil

Kurang dari 48 jam, tim gabungan Polda Sumsel Polres OKI dan Polsek Air Sugian berhasil meringkus pelaku pembunuhan calon pendeta cantik Melinda Zidem

SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM
Tersangka Hendri dan Nang, saat rilis kasus di Polda Sumsel, Jumat (29/3). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kurang dari 48 jam, tim gabungan Polda Sumsel Polres OKI dan Polsek Air Sugian berhasil meringkus pelaku pembunuhan calon pendeta cantik Melinda Zidemi yang ditemukan tewas di Areal PT PSM Divisi 3 Blok F 19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI, Selasa (26/3/2019) lalu.

Video : Pelaku Sempat Berpura-Pura Ikut Mencari Calon Pendeta Melinda

"Saya sangat mengapresiasi hasil kerja dari seluruh tim yang bertugas. Bertindak cepat dan segera bisa meringkus kedua pelaku," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara di Mapolda Sumsel, Jumat (29/3/2019).

Dalam masa penyidikan, pihak kepolisian sudah mengambil air liur dan darah pelaku untuk kemudian dicocokkan dengan apa yang ditemukan dari tubuh korban saat proses visum.

"Dari situ kemudian kami kembangkan. Tidak mungkin kami hanya mengandalkan pengakuan tersangka saja. Terus kami lakukan pengembangan dan ditemukan telepon genggam dan tas merah milik korban yang ditemukan penyidik di semak-semak sawit," ujarnya.

"Kemudian kami juga menemukan Zebo (penutup wajah) di belakang rumah tersangka yang ditujukan oleh mereka langsung, serta barang-barang bukti lain termasuk belanjaan milik korban," sambung dia.

Dijelaskannya, kronologi kejadian tepatnya pada senin (25/3/2019) sore, Melinda Zidemi bersama Nita (9) hendak pulang ke tempat tinggalnya di divisi 4 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan Kabupaten OKI.

Namun, baru sampai didivisi 3, korban dihentikan dan dihadang oleh kedua pelaku di tengah jalan.

Kecurigaan pihak kepolisian terhadap para pelaku sendiri diawali oleh informasi yang diperoleh bahwa pelaku sebelum kejadian sibuk mencari karet dalam ban pada warga sekitar.

"Saat ditanya oleh polisi mereka beralasan untuk mengikat stang motor. Namun saat ditanya dimana barang itu, mereka tidak bisa menunjukkan. Itu semakin menguatkan kecurigaan polisi ke pelaku," ungkapnya.

Saat ini kedua pelaku akan dijerat degan pasal 338, 340 KUHP.

"Ancamannya adalah hukuman mati. Nanti juga bisa jadi akan ditambahkan pasal pencabulan pada pelaku. Kedua pelaku bisa terancam hukuman mati," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved