Tausiah Ustadz Hanan Attaki tentang Menemukan Jodoh, Akselerasi Diri, Pantas Nggak untuk Dia?

Sebelum membeberkan tentang menemukan jodoh, Hanan menceritakan kisah tentang seorang perempuan pedagang susu di zaman Umar bin Khatab

Ibu langsung nangis. "Maafkan saya Umar, saya khilaf, Sesungguhnya Allah maha pengampun dan penyayang. Umar menjawab "Tapi sesungguhnya juga Allah Maha Penghukum, dengan hukuman yang berat. Allah maha pengampun, tapi kalau terus berbuat dosa, Allah juga maha penghukum"

Umar kembali pada pembicaraan. "Tapi saya kesini bukan soal itu. Saya takjub dengan putri ibu, dia solehah. Ibu beruntung punya anak solehah, saya ingin punya menantu solehah seperti ini.

"Wahai putriku, saya ingin menikahkanmu dengan putraku kalau kalian berdua setuju. Kasim yang diajak Umar bin Khatab pun melihat. Si gadis pun setuju.

Begitulah jodoh. Dari pernikahan anak umar ini, nantinya dari cucu-cucu salah satunya lahir pemimpin yang paling sukses Umar bin Abdul Aziz. yang mengubah negeri Arab menjadi makmur. Itulah sesuatu yang lahir dari awal yang bagus, salah satunya ta'aruf.

Apa pelajaran dari kisah ini? Ustadz Hanan menjelaskan, Kalau kita ingin punya imam (suami) yang keren, tanya ke diri, pantaskah diri kita untuk sosok seperti itu. Kalau kita ingin perempuan solehah seperti Khadijah, pantaskah akhlak kita seperti rosul? kira-kira seperti itu.

"Kenapa ingin imam/suami soleh tapi belum datang juga. Mungkin karena kita belum mendekatkan diri (kepada Allah), belum memantaskan diri. Jadi ayo kita akselerasi, meningkatkan diri, memantaskan diri kita untuk mengimami dia (kalau laki-laki) untuk mendampingi dia (untuk perempuan). Ikhtiar diri menemukan jodoh, meningkatkan kualitas diri dalam ibadah dan hal lainnya, sehingga pantas untuk memperoleh jodoh seperti yang diidamkan," demikian Hanan Attaki. (lisma)

Penulis: Lisma
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved