Berita Muratara

Bayi 6 Bulan di Muratara Mengidap Hydrocephalus Butuh Bantuan, Selalu Menangis Setiap Digendong

Siti Fatimah, ibu kandung bahwa Mukti Alfarizi mengatakan, anaknya mengidap penyakit Hydrocephalus sejak dalam kandungan pada rongga otak (ventrikel)

Tribun Sumsel/ Farlin Addian
Mukti Alfarizi bayi berusia 6 bulan yang mengidap penyakit Hydrocephalus membutuhkan bantuan dana untuk operasi. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com Farlin Addian

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Bayi berusia 6 bulan yang berdomisili di Rompok Napal Maling, Dusun V, Desa Embacang Lama, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), butuh bantuan.

Bayi bernama lengkap Mukti Alfarizi ini lahir secara cesar di rumah sakit, pada Agustus 2018 lalu.

Ia menderita penyakit Hydrocephalus (penumpukan air di otak) sehingga mengharapkan uluran tangan dari dermawan.

Mukti berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Main Air Pakai Jeriken di Parit, Bocah SD di Sekayu Muba Tewas Tenggelam

Tiga Produk Lalan Muba Mengikuti Pameran Pariwisata Tingkat Dunia di Oslo Norwegia

Putra bungsu dari pasangan Muhammad dan Siti Fatimah kini hanya dapat terbaring lemah di rumahnya.

Siti Fatimah, ibu kandung bahwa Mukti Alfarizi mengatakan, anaknya mengidap penyakit Hydrocephalus sejak dalam kandungan pada rongga otak (ventrikel) terdapat penumpukan cairan.

Akibatnya, ventrikel di dalam otak terus membesar dan menekan struktur dan jaringan otak yang ada di sekitarnya.

“Jujur saja, kami sangat sedih melihat kondisi buah hati kami seperti ini, apalagi saat digendong ia selalu menangis” kata Siti Fatimah.

Siti juga menjelaskan, dari keterangan yang disampaikan dokter Mukti bisa disembuhkan tapi harua melalui operasi, namun tidak dilakukan karena terkendala biaya.

86 Atlet Sepatu Roda Ikut Skate Cross Championship OKU Open 2019 di Taman Kota Baturaja

Dana Pembangunan Tahun 2019 di 7 Kecamatan Muratara Rp 330 Miliar untuk 266 Item, Ini Rinciannya

"Untuk biaya operasi kami tidak mampu dan hanya berharap bantuan para dermawan dan semua pihak,” harap Siti, seraya mengusapkan tisu ke bagian matanya.

Sedangkan Muhammad ayah kandung Mukti Alfarizi ini hanya bekerja sebagai pencari kayu di hutan.

Penghasilannya akan diterima setiap tujuh atau delapan bulan sekali.

"Dengan penghasilan yang tidak seberapa itu hanya habis untuk biaya hidup sehari-hari, serta membeli obat seadanya," katanya.

Tampil di LIDA Indosiar 2019, Minggu 3 Maret, Intip Potret Cantik Fikoh Peserta dari Bangka Belitung

ASN Wajib Kantongi Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa

Siti juga sangat berharap Pemerintah Kabupaten Muratara dapat memberikan bantuan pengobatan terhadap anaknya yang saat ini hanya bisa terbaring di atas tempat tidur dengan kondisi kepala semakin hari semakin membesar.

“Mudah-mudahan Pemerintah daerah bisa memberikan bantuan pengobatan pada anak saya ini, kalau saat ini kami hanya bisa berdo’a dan pasrah saja dengan keadaan Mukti Alfarizi semoga pemerintah membuka pintu hatinya membantu keluarga kami,” tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved