Berita Prabumulih

Antisipasi Kejahatan, Bidan Desa di Prabumulih Ini Selalu Minta Temani Setiap Pergi ke Rumah Pasien

Kejadian bidan desa diduga diperkosa dan dirampok di Kabupaten Ogan Ilir, membuat takut sejumlah bidan desa bertugas di Prabumulih

Penulis: Edison |
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Foto Iluistrasi : Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lubuklinggau saat pelatihan di Diklat Kota Lubuklinggau, Rabu (20/2/2019). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Kejadian bidan desa diduga diperkosa dan dirampok di Kabupaten Ogan Ilir, membuat takut sejumlah bidan desa bertugas di Prabumulih.

Septa, bidan Desa Talang Batu Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih mengaku takut dan ngeri dengan kejadian yang menimpa rekan satu profesinya di Kabupaten Ogan Ilir.

"Cemas pasti, cemas dan takut namun alhamdulillah selama hampir 9 tahun bekerja di desa Talang Batu tidak ada masalah dan aman," ungkap Septa kepada wartawan Tribunsumsel.com, Minggu (24/2/2019).

Septa mengatakan, dirinya bersama suami dan anak selama ini tinggal di Poskesdes yang berdekatan dengan rumah-rumah masyarakat.

Dengan demikian jika bertugas malam bisa meminta temani tetangga.

Perjuangan Bidan Daerah Terpencil Muratara, Dijemput Tengah Malam Pakai Perahu, Gaji Rp 750 Ribu

Tahun Ini 700 Rumah Warga Banyuasin Masuk Program Bedah Rumah

"Saya dari gadis tingal di Poskesdes Talang Batu lalu setelah nikah suami pindah dari OKU Timur ke sini,"

"Jadi kalau ada panggilan warga minta tolong malam bisa ditemani suami atau tetangga. Namun kebanyakan dijemput dan diantar keluarga warga yang minta diobati," ujarnya.

Istri Idam Taufik ini mengatakan, dengan sikap sopan, berbaur dan tidak sombong dirinya bersyukur diterima masyarakat maupun pemerintah desa dan selalu dibantu ketika mengalami masalah.

Apalagi dirinya perantau dan merupakan asli Kabupaten Pali.

Kondisi Terkini Khalidya Mahasiswi Unsri Korban Kecelakaan Sudah Sadar Sejak 4 Hari Lalu

Hasil Grand Final Proliga 2019 : Surabaya Bhayangkara Samator Juara Usai Kalahkan Jakarta BNI 46

"Paling kalau lagi musim begal atau ada terdengar kasus-kasus mengerikan maka tidak keluar rumah, apalagi kalau mau ke Puskesmas yang jauh pasti takut."

"Jarak desa ke jalan besar saja 6 kilometer, kalau lagi musim begal dan perlu ke puskesmas maka minta temani atau nyuruh orang," bebernya.

Sementara Kepala Puskesmas Tanjung Raman, dr Ersyika mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala bidan desa dan kecemasan dalam bertugas meski mengetahui kejadian menimpa bidan di Kabupaten Ogan Ilir.

"Sejauh ini tidak ada kendala, kita juga sejauh ini memberdayakan bidan yang merupakan asli desa setempat sehingga memiliki banyak keluarga dan sudah dikenal warga," ujarnya.

Ersyika menuturkan, sebelumnya memang ada beberapa bidan desa di wilayah itu yang sering diikuti orang tak dikenal, itu disebabkan karena bidan itu pulang pergi dari kota ke desa ditempati.

Pejabat Dinas Pariwisata Musirawas Sebut Bunga Celosia Sudah Waktunya Mati Bukan Disemprot Racun

Kapolda Janji Tidak Tutupi Kasus Ari Ismail Korban Salah Tangkap Kasus Bidan Diperkosa di Pemulutan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved