Berita Banyuasin

Tahun Ini 700 Rumah Warga Banyuasin Masuk Program Bedah Rumah

Pemkab Banyuasin tahun ini mendapat bantuan bedah rumah untuk 700 tempat tinggal yang tersebar di 19 Kecamatan

Tahun Ini 700 Rumah Warga Banyuasin Masuk Program Bedah Rumah
Istimewa
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Banyuasin Noer Yoseft Zaath 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Pemkab Banyuasin tahun ini mendapat bantuan bedah rumah untuk 700 tempat tinggal yang tersebar di 19 Kecamatan.

Program bedah rumah ini diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan memiliki rumah tidak layak huni.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanaha (Perkimtan) Banyuasin Noer Yoseft Zaath melalui Kabid Perumahan Rakyat M Ryan.

Menurut Ryan, program bedah rumah ini masuk dalam Program Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

"Alhamdulillah, 700 rumah akan dibedah oleh pemerintah. Kita minta masyarakat siap-siap menerima bantuan tersebut,"ujar M Ryan.

Kondisi Terkini Khalidya Mahasiswi Unsri Korban Kecelakaan Sudah Sadar Sejak 4 Hari Lalu

Hasil Grand Final Proliga 2019 : Surabaya Bhayangkara Samator Juara Usai Kalahkan Jakarta BNI 46

Menurutnya, Program BSPS pada dasarnya adalah stimulan dari pemerintah untuk meningkatkan keswadayaannya dalam pemenuhan rumah layak huni di Kabupaten Banyuasin.

Sementara itu mekanisme warga yang mendapatkan bedah rumah sebelumnya telah mengajukan diri dengan mengkapi surat administrasi seperti kependudukan yang sah, melampirkan fotocopy (KK), surat keterangan kepemilikan tanah dan telah memiliki keluarga.

“Sebanyak 700 unit rumah yang akan dialokasikan ke 19 Kecamatan, sesuai permintaan masyarakat,”bebernya.

Pejabat Dinas Pariwisata Musirawas Sebut Bunga Celosia Sudah Waktunya Mati Bukan Disemprot Racun

Hasil Piala AFF U22 2019 : Kalahkan Vietnam, Indonesia Tunggu Thailand/Kamboja di Final Piala AFF

Secara teknis program bedah rumah tersebut yakni membangun rumah baru, sebagai pengganti rumah yang tidak layak huni, atau peningkatan kualitas rumah yang tidak layak huni yang disesuaikan dengan kondisi bangunan rumah.

"Dilihat dari klasifikasi sesuai dengan kondisi bangunan, bisa saja kalau memang bangunan tidak layak huni, maka akan dibangun secara menyeluruh. Dan ada pula untuk peningkatan saja atau membenahi bagian rusak bangunan,” jelas dia.

Bantuan yang didapat warga bedah rumah berupa bahan bangunan, sesuai dengan klasifikasi bangunan rumah yang bersangkutan.

“Misalkan rehab total mendapatkan bantuan bahan bangunan jika dirupiahkan sebesar Rp 30 juta, dan bantuan rehab biasa sebesar Rp 15 juta rupiah,”pungkasnya. (SP/ALAN NOPRIANSYAH)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved