2 Penyebab Utama Bibir Sumbing pada Janin dan Bayi, Ibu Hamil Harus Ketahui Ini

Faktor kekurangan mampuan ekonomi, biasanya juga menjadi faktor sang ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi saat mengandung

2 Penyebab Utama Bibir Sumbing pada Janin dan Bayi, Ibu Hamil Harus Ketahui Ini
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
dr Iqmal Ferlianta SpBp RE, merupakan dokter spesialis bedah plastik di RSMH Palembang

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Banyak faktor yang bisa menyebabkan seorang bayi atau janin terkena bibir sumbing.

Biasanya, seorang bayi terkena bibir sumbing ketika berada di dalam kandungan.

Karena, sang ibu tidak mengetahui bila dirinya sedang hamil.

Sehingga mengkonsumsi obat yang tidak sesuai petunjuk dokter ataupun jamu.

Mariam Sempat Sedih Melihat Kondisi Anaknya dengan Bibir Sumbing Besar, Kini Ada Harapan

Mengenal dr Iqmal Ferlianta SpBp RE, Pendiri Yayasan Sosial yang Operasi 1.500 Pasien Bibir Sumbing

"Banyak faktor yang biasanya menyebabkan bayi itu bisa terjangkau bibir sumbing. Terlebih, kurangnya kesadaran dari sang ibu untuk memenuhi gizi dan zat besi saat mengandung."

"Sehingga, saat pembentukan, Hemoglobinnya kurang yang membuat penyatuan bibir tidak sempurna," ujar dr Iqmal Ferlianta SpBp RE didampingi sang istri dr Pipit Hendriyani SpBP RE, Kamis (14/2/2019).

Faktor kekurangan mampuan ekonomi, biasanya juga menjadi faktor sang ibu tidak bisa memenuhi kebutuhan gizi saat mengandung.

Sehingga, dengan mengkonsumsi makanan seadanya inilah, menjadi faktor pembentukan bibir pada janin tidak maksimal.

Karena, dari penelitian yang ada selama ini dilakukan Dr Iqmal, bila bayi yang terkena bibir sumbing karena faktor kekurangan gizi dan zat besi,

Ketidaktahuan dari sang ibu saat ia mengandung dan ada pula yang berasal dari keturunan.

Masih Jadi Masalah Kesehatan Indonesia, 36 Orang di Palembang Ikuti Operasi Bibir Sumbing

6 Lokasi Wisata di Jakabaring Sport City (JSC), Cocok Bersama Orang Tersayang atau Kumpul Keluarga

Oleh sebab itulah, perlunya seorang ibu yang memeriksakan masa kehamilannya baik di dokter maupun ke bidan.

Sehingga, perkembangan janin bisa terlihat.

"Ini juga untuk mencegah sejak dini terjadinya bibir sumbing terhadap bayi. Karena, dari pasien yang banyak ditangani, semuanya baru mengetahui saat si bayi baru dilahirkan," pungkasnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved