Berita Palembang

Masih Jadi Masalah Kesehatan Indonesia, 36 Orang di Palembang Ikuti Operasi Bibir Sumbing

Sebanyak 36 orang pasien mengikuti operasi bibir sumbing yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan di RS RK Charitas Palembang

Masih Jadi Masalah Kesehatan Indonesia, 36 Orang di Palembang Ikuti Operasi Bibir Sumbing
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Pasien mengikuti operasi bibir sumbing yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan di RS RK Charitas Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COm, PALEMBANG - Sebanyak 36 orang pasien mengikuti operasi bibir sumbing yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan di RS RK Charitas Palembang.

Saat ini, mereka masih melakukan berobat jalan agar bekas operasi benar-benar sembuh.

Mereka berada di rumah singgah yang berada di Jalan MP Mangkunegara Palembang.

Rumah singgah ini, memang diperuntukan untuk para pasien bibir sumbing yang akan atau sudah melaksanakan operasi bibir sumbing.

Program Direktur Smile Train Indonesia Yayasan Sosial Bibir Sumbing Aji Suryanto menuturkan, kegiatan sosial Medical Mission yang merupakan kelanjutan dari kegiatan Family and Patient Gathering pada bulan September 2018 lalu yang juga merupakan bagian dari Employee Volunteer Month.

Isi Ratusan Jabatan Kosong, Pemkab Banyuasin Telah Siapkan Konsep Lelang Jabatan

Jauh-jauh ke Amerika, Inul Daratista Akhirnya Paham Singkatan Ny, Gelar Bagi Wanita Sudah Menikah

Kegiatan bulan relawan yang berkerjasama dengan Johnson & Johnson Indonesia merupakan salah satu kegiatan tahunan dari
program sosial Indonesia Community Impact di perusahaan.

"Selain itu, Medical Mission ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia," katanya, Minggu (13/1/2019).

Medical Mission yang dilakukan Johnson & Johson tahun ini berupa operasi bibir sumbing gratis yang menggandeng SmileTrain Indonesia yang memang bergerak di bidang sosial penanganan bibir sumbing.

Saat ini, bibir sumbing masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia.

Update Terbaru Daftar Masa Kontrak Pemain Sriwijaya FC, 2 Pemain Habis Desember 2019

7 Cara Nonton Drama Korea Terbaik 2019 Lewat Aplikasi Ini, Subtitle Indonesia, Wajib di Smartphone

Berdasarkan Riskesdas 2013, prevalensi anak berusia 24 sampai 59 bulan dengan satu jenis kelainan mencapai 0,53 persen dengan persentase anak yang mengalami bibir sumbing sebesar 0,08 persen.

Anak-anak yang lahir dengan kelainan ini tumbuh dengan stigma negatif dan kurang diterima di masyarakat.

Cacat lahir tersebut, dapat memengaruhi ucapan sehingga mereka tidak dapat mengucapkan suara atau kata tertentu yang membuat mereka terdengar tidak cerdas.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved