BREAKING NEWS: 59 Penerbangan Dibatalkan Hari Ini di Bandara SMB II, Bandara Sepi

Tiket maskapai yang dinilai masih mahal berimbas pada pembatalan sejumlah maskapai karena sepinya penumpang.

Penulis: Hartati | Editor: Prawira Maulana
HARTATI/TRIBUNSUMSEL.COM
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II sepi penumpang karena banyak pembatalan penerbangan, Sabtu (9/2/2019). 

Liswani mengatakan 70 taksi Balido yang ada tetap beroperasi di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II karena jika beroperasi di pusat kota juga sulit bersaing dengan taksi lainnya.

"Ambil penumpang di kota juga banyak saingan sekarang daripada operasional jadi terpaksa tetap di bandara saja dan berharap tiket pesawat kembali normal agar penumpang ramai," ujarnya, Sabtu (9/2/2019).

 Terpisah, 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel) Herlan Aspiudin mengakui kenaikan tiket maskapai sejak musim puncak liburan natal dan tahun baru hingga kini berdampak besar bagi industri pariwisata di Sumsel khususnya Palembang.

Dia mengatakan okupansi hotel yang sebelumnya selalu bagus kini anjlok hingga 40 persen karena setiap hari ada 60-100 ribu orang membatalkan niatnya terbang ke Palembang karena mahalnya harga tiket pesawat.

Oleh sebab itulah dia berharap untuk membuat perekonomian dan dunia pariwisata di Palembang tetap bergeliat maka harus kreatif menggelar even untuk menumbuhkan minat masyarakat lokal karena kedatangan wisatawan domestik lainnnya sulit diharapkan.

"Cap go Meh yang dipusatkan di Pulau Kemaro biasanya setiap tahun selalalu ramai tapi tahun ini harapannya tetap sama ramainya apalagi ditambah ada festival rajawali," ujarnya, Sabtu (9/2/2019).

Harusnya momen musim buah duku, durian, cempedak, dan lainnya yang membanjiri Palembang saat ini bisa menjadi destinasi wisata kuliner bagi wisatawan lokal, tapi karena tiket pesawat yang melonjak tajam membuat wisatawan lebih memilih berlibur ke luar negeri karena lebih murah.

Babe, sapaan akrabnya berharap pemerintah bisa membuka regulasi untuk penerbangan luar negeri di tanah air agar dua kekuatan besar maskapai gruop Garuda dan gruop Lion yang menguasai pasar penerbangan "tidak main mata" menetapkan tarif pesawat.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved