Breaking News

Siswi SMA 10 Jatuh dari Jembatan Ampera

Fakta Murungnya Eni Sebelum Ditemukan Tewas di Sungai Musi, Teman dan Guru SMA 10 Sempat Heran

Sebelum akhirnya mayatnya ditemukan tewas, guru, teman ENi Yulansari di SMA 10 sempat melihat gejala aneh tak biasa.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Prawira Maulana
Facebook
Eni Yulansari Semasa Hidup. Siswi SMA 10 yang ditemukan tewas di Sungai Musi. 

"Dia ini ngekost di Hasan HS, orangtuanya di Muaradua dusun Bumi Genap, Kabupaten OKU Selatan. Meskipun di sini ada keluarganya tapi dia ngekost sendirian," katanya.

Nia Ibunda  Eni Yulansari, siswi SMA 10 yang mayatnya ditemukan mengapung Sungai Musi Kamis, (10/1/2019) menangis di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (10/1).
Nia Ibunda Eni Yulansari, siswi SMA 10 yang mayatnya ditemukan mengapung Sungai Musi Kamis, (10/1/2019) menangis di RS Bhayangkara Palembang, Kamis (10/1). (SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM)

Ratapan Ibu Korban

Nia Ibunda Eni Yulansari, siswi SMA 10 yang mayatnya ditemukan mengapung Sungai Musi Kamis, (10/1/2019) hanya bisa terduduk lemas.

Di depan ruang mayat RS Bahyangkara Pelambang dia terus saja menangis dan meratapi kepergian putri pertamanya tersebut.

Diketahui Eny adalah anak pertama dari dua bersaudara.

"Astaghfirullah Eni, ngapo kau cak itu," ratap Nia.

Nia sendiri saat ini belum bisa memberikan keterangan karena masih merasa syok.

 Eni Yulansari Tulis Surat Aku Tidak Tahan, Siswi SMA 10 Jatuh Dari Jembatan Ampera

Terlihat anggota keluarga menangkan Nia yang terus saja menangis meratapi kenyataan pahit yang saat ini harus dihadapinya.

Eni Yulansari Semasa Hidup. Siswi SMA 10 yang ditemukan tewas di Sungai Musi.
Eni Yulansari Semasa Hidup. Siswi SMA 10 yang ditemukan tewas di Sungai Musi. (Facebook)

Sempat Tulis Surat

Sebelum ditemukan tewas tenggelam di sungai musi, Eny Yulansari sempat meninggalkan surat isi curahan hatinya.

Pemilik kontrakan, Mauladi (55) mengatakan ada 2 surat yang ditemukan.

Pertama di temukan di tempat sampah depan kontrakan dan surat kedua ada pada tetangga korban.

"Isi suratnya saya kurang mengerti karena ditulis dengan menggunakan bahasa daerah Komering. Tapi ada yang saya pahami isinya "aku dak tahan lagi" itu saja yang saya ngerti," ujarnya saat ditemui di depan ruang forensik RS Bahyangkara, Kamis (10/1/2019).

Diketahui Eny Yulansari baru sekitar setengah tahun tinggal sendirian di kontrakan Mauladi.

Tepatnya di Jalan Srijaya Negara lorong Hasan AS Ilir Barat 1 Bukit Lama.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved