Berita Gubernur Sumsel

Gubernur Herman Deru Safari Jumat di Masjid Al-Ikhsan 30 Ilir, Rutinitas Bernilai Silaturahmi

Gubernur Sumsel Herman Deru melanjutkan Safari Jumatnya di Masjid Al-Ikhsan Jalan Talang Keranggo, Lorong Darma Bakti 30 Ilir IB II, Palembang

Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumsel Herman Deru melanjutkan Safari Jumatnya di Masjid Al-Ikhsan Jalan Talang Keranggo, Lorong Darma Bakti 30 Ilir IB II, Palembang, Jumat (21/12/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG–Gubernur Sumsel Herman Deru melanjutkan Safari Jumatnya di Masjid Al-Ikhsan Jalan Talang Keranggo, Lorong Darma Bakti 30 Ilir IB II, Palembang, Jumat (21/12/2018).

Kehadiran Gubernur dan rombongan di masjid ini disambut hanggat oleh ratusan jemaah Masjid Al Ikhsan.

Safari Jumat merupakan rutinitas Gubernur Herman Deru pascadilantik sejak awal Oktober 2018 lalu.

Bahkan safari Jumat seperti ini telah dijalankannya semenjak masih menjabat sebagai Bupati OKU Timur beberapa tahun silam.

“Sejak dilantik menjadi Gubernur Sumsel, Alhamdulillah, Saya berserta jajaran akan terus melakukan kegiatan safari Jumat, yang tujuannya tidak lain karena Sholat Jumat telah diwajibkan Allah bagi setiap laki laki,"

"Selain itu banyak manfaat yang dapat kita petik salah satunya dapat bertemu langsung dengan masyarakat,” ucap Herman Deru.

Safari jumat lanjut Deru, memiliki nilai silaturahmi antara pemimpin dengan rakyat yang dipimpin.

Kondisi Har Korban Kebakaran Kapal Kritis, Sesudah Operasi Dipindah ke ICU RSMH Palembang 

BP PAUD dan Dikmas Sumsel : Mulai Tahun 2019 Anak Wajib PAUD Minimal 1 Tahun

Oleh sebab itu dia meminta seluruh kepala daerah di Sumsel juga dapat melakukan hal yang sama.

“Harapan saya ini diikuti juga oleh kepala daerah lainnya, dan Alhamdulillah Walikota Palembang juga ada program Sholat Subuh berjemaah,” tambah Deru.

Dia berharap, sebagai masyarakat asli Palembang agar dapat mempertahankan kearifan lokal yang selama ini telah ada dan terus dilestarikan sebagai bentuk penghargaan pada para sepuh.

“Disini sebagian dari orang Palembang asli, saya minta untuk mempertahankan kearifan lokal misalnya songket, karena songket itu dikenalnya disini, jadi kearifan lokal ini kita pertahankan,”katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved