Breaking News:

Dua Pemuda Jual Dua Ekor Elang di Facebook, Termasuk Satwa Langka

Dua tersangka TI (18) dan IK (16) mencoba menjual satwa langka melalui facebook

ALAN NOPRIANSYAH/SRIWIJAYA POST
Barang bukti hewan satwa dilindungi Burung Elang (Accipitriade) di Halaman Polres Banyasin. Jumat (30/11/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Dua tersangka TI (18) dan IK (16) mencoba menjual satwa langka melalui facebook. Keduanya warga Dusun SukaMakmur Kelurahan Air Batu Kecamatan Talang Kelapa diringkus unit pidsus satreskrim Banyuasin.

Berita ringan khas wong Palembang:

- Mari Membedah Kalimat Gelantum Ujinya dan Teka-teka Tatakannya

- Mengenal Sosok H Halim, Orang Kaya di Sumsel Sering Dikunjungi Presiden dan Banyak Tokoh Nasional

Keduanya berusaha menjual dua ekor burung elang yang didapat dari kawasan Hutan Pangkalan Benteng.

Menurut pengakuan tersangka yang gemar berburu tersebut baru pertama kali mendapatlan 2 ekor hewan tersebut. "Dapat dari hutan, saat hendak berburu sebab keduanya burung elang tersebut belum fasih terbang," ujar TI di saat wawancarai.

Barang bukti hewan satwa dilindungi Burung Elang (Accipitriade) di Halaman Polres Banyasin. Jumat (30/11/2018).
Barang bukti hewan satwa dilindungi Burung Elang (Accipitriade) di Halaman Polres Banyasin. Jumat (30/11/2018). (ALAN NOPRIANSYAH/SRIWIJAYA POST)

Rencananya uang hasil menjual 2 ekor hewan untuk membeli jaring menangkap hama babi hutan. Keduanya mengiklankan hewan hasil tangkapannya lewat media sosial facebok dengan harga Rp 350.000 per ekornya. "Baru perdana, rencananya uang hasil menjual ini untuk membeli jaring babi hutan," ungkap TI.

Namun unit pidsus satreskrim Polres Banyuasin yang mendapati pengiklanan hewan yang dilindungi tersebut bergerak cepat melalui tim under cover dengan berpura-bura hendak membeli hewan yang diiklankan tersangka.

"Salah seorang tersangka mengiklankan facebook atas nama "Hey Opek" dengan bermaksud menjual senilai Rp 700 ribu untuk dua ekor burung Elang," ujar Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk kepada Media, Kamis (29/11/2018).

Barang bukti hewan satwa dilindungi Burung Elang (Accipitriade) di Halaman Polres Banyasin. Jumat (30/11/2018).
Barang bukti hewan satwa dilindungi Burung Elang (Accipitriade) di Halaman Polres Banyasin. Jumat (30/11/2018). (ALAN NOPRIANSYAH/SRIWIJAYA POST)

Keduanya diamankan setelah hendak bertransaksi dengan tim under cover pidsus satreskrim Polres Banyuasin. Kedua tersangka bersama barang bukti (BB) dua ekor Burung Elang hitam (Accipitriade), satu unit hp Oppo yang digunakan untuk mengiklankan lewat FB.

Atas kelakuannya keduanya terjerat pasal (40) ayat (2) UU RI No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, dnegan ancama 5 tahun penjara, namun terkait salah seorang tersangka di bawah umur 18 tahun maka khusus tersangka anak di bawah umur 18 tahun dilakukan diversi melalui koordinasi dengan Bapas.

Terkait tangkapan hewan satwa langka yang dilindungi tersebut Polres Banyuasin menghimbau masyarakat khusus Kabupaten Banyuasin untuk berkoordinasi dengan Polres Banyuasin.

"Untuk masyarakat Banyuasin, yang merasa memiliki hewan yang langka dapat berkoordinasi dengan Polres Banyuasin ataupun BKSDA Provinsi Sumsel untuk menentukan hewan tersebut termasuk kategori hewan dilindungi," imbaunya.

ALAN NOPRIANSYAH/SRIWIJAYA POST
Barang bukti hewan satwa dilindungi Burung Elang (Accipitriade) di Halaman Polres Banyasin. Jumat (30/11/2018).

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved