Rumah Miring Keluarga Nunung Bakal Dibedah, Istri Gubernur Langsung Inisiatif Bantu
Nunung terpaksa tetap bertahan di rumahnya yang sudah dalam kondisi memprihatinkan dan sewaktu-waktu dapat roboh. Rumahnya miring 60 derajat.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Prawira Maulana
Rumah Miring Keluarga Nunung Bakal Dibedah, Istri Gubernur Langsung Inisiatif Bantu
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Arif Basuki Rohekan
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Rumah miring yang ditempati keluarga Nunung (46) di Jalan Taqwa, Lorong Utama tepat di belakang Pasar Yadha, Mata Merah Palembang akan dibedah. Ini atas inisiatif istri Gubernur Sumsel Febrita Lustia bersama PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) Palembang.
"Saya mengucapkan terima kasih ada yang peduli terhadap kondisi kami dan memang kemarin sudah ada pihak PT Pusri kesini," katanya, Kamis (29/11/2018).
• Mengenal Sosok H Halim - Resep Suksesnya jadi Orang Kaya Sumsel, Jika Rugi Anggap Tambah Sedekah
• Cerita Sosok H Halim Orang Kaya Palembang, Ustaz Abdul Somad Bahkan Mengaguminya
Nunung terpaksa tetap bertahan di rumahnya yang sudah dalam kondisi memprihatinkan dan sewaktu-waktu dapat roboh akibat diterpa angin. Sebelumnya info tentang miringnya rumah keluarga Nunung viral dan jadi pemberitaan.
Rumah yang sebelumnya berdiri kokoh, saat ini sudah dalam kondisi miring sekitar 60 derajat.
Hal itu membuat setiap orang yang ingin masuk ke dalam rumahnya akan kesulitan.
Ditambah atap yang terbuat dari campuran seng dan genteng sudah tidak bisa menghalau air hujan yang masuk ketika hujan turun.
Alhasil, dirinya beserta keluarga harus menampung air bahkan terjaga saat hujan di malam hari.
Rumah berukuran 3 x 5 meter, terdiri dari dapur dan 2 kamar tidur yang terbuat dari kayu tersebut saat ini penuh dengan retakan dan patahan akibat dimakan usia.
Nunung bercerita ikhwal pertama kali rumahnya miring terjadi 3 tahun silam. Menurutnya saat itu kayu penyangga yang menopang rumahnya sudah tidak kuat lagi menahan beban yang ada. Alhasil rumah yang sudah 18 tahun berdiri itu akhirnya tidak berdaya.
"Saya beserta suami, anak dan ibu saya menempati rumah ini sejak anak saya lahir 18 tahun lalu. Rumah ini dari dulu tidak pernah di renovasi, karena kesulitan biaya. Untuk berteduh saja dan istirahat kami sudah bersyukur," ucapnya.
Sudah sejak 18 tahun lalu, kala ia baru menikah dan menempati rumah tersebut hingga saat ini. Rumah yang berdiri di atas tanah warisan bapak mertuanya tersebut belum pernah direnovasi.
Rumah yang terletak di Jalan Taqwa, Lorong Utama tepat berada di belakang Pasar Yadha, Mata Merah tersebut, menurut Nunung hanya menunggu waktu nahasnya.
"Rumah ini sewaktu-waktu dapat roboh. Tidak ada jaminan dapat bertahan," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/rumah-miring1.jpg)